DKPPP Tangsel Tegaskan Beras CBP Hanya Dikeluarkan Saat Terjadi Bencana

DKPPP Tangsel Tegaskan Beras CBP Hanya Dikeluarkan Saat Terjadi Bencana (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) menyatakan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki Pemerintah Tangsel saat ini, jumlahnya mencapai 100 ton dan hanya akan dikeluarkan pada sat terjadi bencana.

Kepala DKPP Tangsel Nur Selamet mengungkapkan, ketersediaan CBP tersebut kini disimpan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Tangerang Raya yang berada di Kota Tangerang.

"Kita punya sekitar 100 ton, disimpan di Bulog Tangerang Raya," kata Nur Selamet di konfirmasi detakbanten.com pada Rabu ini, (31/3/2021). 

Nur Selamet jelaskan, beras CBP tersebut sejak tiga tahun lalu dititip simpan di gudang Bulog Kota Tangerang. Pada setiap tahunnya, jenis berasnya selalu dilakukan pergantian.

"Sudah tiga tahun disimpan disana. Jenisnya itu bagus, dan setiap tahun kami ganti jenisnya," tambahnya.

Meski begitu, beras CBP tersebut hanya bisa dikeluarkan pada saat terjadi bencana. Kemudian, beras itu dikeluarkan untuk kebutuhan masyarakat Tangsel. Namun untuk mengeluarkan beras CBP itu, harus terlebih dahulu dibuatkan Peraturan Wali Kota.

"Nanti dibuatkan Perwal dulu apabila ada bencana, RT/RW buat surat bagi warganya yang minta bantuan, baru bisa dikeluarkan," jelasnya.

Menurutnya, jika terjadi kelangkaan beras atau kelangkaan padi yang disebabkan oleh faktor lain, DPKP Tangsel tidak bisa menyediakan beras lantaran hal tersebut masuk ranah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel.

"Jika beras atau kelangkaan padi terjadi, itu urusan Indag," ujar Nur Selamet.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan, Kota Tangsel memiliki cadangan beras. Cadangan beras tersebut terhimpun dalam Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Kota Tangsel.

"Ya, ada CBP, cadangan beras pemerintah namanya," kata Maya  ditemui di lokasi peresmian Pasar Gintung, Ciputat Timur, Senin lalu, (29/3/2021).

Maya jelaskan, CBP akan dikeluarkan apabila ketersedian beras di Kota Tangsel kurang memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun sampai saat ini, ketersediaan beras di Kota Tangsel masih mencukupi sehingga tidak perlu mengeluarkan CBP.

"Tapi ketersediaan beras di kita ini masih mencukupi. Jadi CBP tidak perlu keluar," tandasnya. (DB/Red)