Dituntut Dua Tahun Penjara, Ini Tanggapan Terdakwa WNA Norwegia

Dituntut Dua Tahun Penjara, Ini Tanggapan Terdakwa WNA Norwegia (Morten Innhaug /dok Gabrilla)

HAYAM WURUK - Terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen perusahaan PT. Bahari Lines Indonesia(BLI), Morten Innhaug menyayangkan tuntutan dua tahun penjara yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejati DKI Jakarta terhadap dirinya ke majelis hakim tanpa alasan yang jelas. 

"Saya sendiri kurang begitu paham untuk memahami logika dalam Tuntutan. Saya dinyatakan tidak bersalah dan atau tidak terbukti dalam tuntutan utama yaitu memalsukan tanda tangan," ujarnya di Jakarta, Senin(30/07/2018).

"Akan tetapi, dalam tuntutan itu, saya dinyatakan bersalah dalam menggunakan dokumen yang dikatakan palsu untuk memindahkan saham tanpa ada kejelasan apa yang salah dengan dokumen tersebut dan atau bagaimana prosedur untuk transfer saham," sambungnya.

Diungkapkan Morten, tuntutan dua tahun penjara kepada dirinya itu diluar logika. Padahal dari keterangan para pelapor sendiri dipersidangan menyatakan bahwa saham itu milik ia sepenuhnya. Dan tidak ada bukti satupun menunjukkan kalau dirinya melakukan pemalsuan tersebut.

"Ini tidak masuk akal, Sedang kan baik pengacara Malvin dan Notaris Humberg Lee menegaskan bahwa pengalihan saham telah dilakukan sesuai dengan semua prosedur hukum dan sesuai dengan semua hal lain yang perlu diperhatikan," ungkapnya.

Kendati demikian, Morten berharap kepada Majelis hakim agar memvonis bebas dirinya dalam perkara tersebut, seusai fakta dipersidangan dan berdasarkan keterangan para saksi pelapor yang tidak bisa menunjukkan bukti, jika dirinya melakukan pemalsuan.(hw)