Ditipu Kurir asal India, Bea Cukai Bandara Soetta Cokok WNI Bawa Sabu 

Ditipu Kurir asal India, Bea Cukai Bandara Soetta Cokok WNI Bawa Sabu  ()

NONSTOPNEWS.ID - Mendapat tawaran dari seorang untuk mengambil barang jasa penitipan ke India, nahas malah menimpa AA (22) WNI diringkus KPU Bea Cukai Tipe C Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Berawal dari AA diiming-imingi bakal mendapat keuntungan besar dari mengantarkan lima kotak berisi parfum dan ikat pinggang, didasarnya terdapat plastik hitam berisi methamphetamine atau narkotika jenis sabu-sabu.

Kotak bertuliskan Mont Blanc Emblem Absolu berwarna cokelat muda berisi 10 paket sabu-sabu dengan berat 573 gram. Lalu kotak bertuliskan Mont Blanc berwarna hitam berisi dia paket sabu-sabu dengan berat 215 gram.

Erwin Situmorang, Kepala KPU Bea Cukai Tipe C Bandara Soetta mengatakan, tidak hanya itu didapati juga kotak bertuliskan Gucci berwarna merah marun berisikan dua paket sabu-sabu dengan berat 214 gram.

“Sesampainya di India, AA bertemu disebuah hotel dan barang jasa penitipan itu berjumlah lima kotak beserta sebuah koper dan nantinya akan diserahkan kepada seseorang di Jakarta,” terang Erwin saat konferensi pers, Kamis (15/8/2019).

Erwin menanbahkan, saat pihaknya berkoordinasi dengan Polresta Bandara Soetta dan tim gabungan, berhasil mengamankan dua pria berinisial T (38) WNI dan LR (39) WNI sebagai penjemput.

“Dari hasil itu, kami berhasil mendapatkan barang bukti tambahan dengan berat bruto 33 gram. Sehingga total barang bukti yang didapatkan sebanyak 1.824 gram jenis sabu-sabu,” tandasnya.

Erwin juga mengimbau agar masyarakat jangan sampai mendapatkan keuntungan sedikit yang malah dimanipulasi oleh WN untuk membawa narkotika atau barang haram sejenisnya.

“Berharap ini harus disampaikan ke masyarakat, jangan sampai dapat keuntungan sedikit malah dimanipulasi WNA untuk membawa barang haram,” imbaunya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup atau hukuman mati dan denda sebesar Rp10 miliar. (pm/red)