Dimas Kanjeng versi Tangerang, Mengaku Bisa Gandakan Uang Dibekuk Polisi 

Dimas Kanjeng versi Tangerang, Mengaku Bisa Gandakan Uang Dibekuk Polisi  ()

TANGERANG - Kota Tangerang yang konon maju ternyata masih menjadi surga empuk bagi penjahat dengan modus bisa menggandakan uang. Buktinya Juhri alias Mbah Gelung, (54) yang mengaku dukun bisa mengelabui para korbannya. 

Petugas Polres Metro Tangerang dalam oprasi Pekat Jaya yang di gelar mulai 26 November-10 Desember 2018 berhasil menangkap Juhri beserta barang bukti hingga ratusan juta rupiah ditangkap di rumahnya di Kampung Lontar RT 06/10, Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pria yang berambut sekira 2 meter itu, mampu memperdaya korbannya berbekal penampilannya tersebut. 

Kronologis kejadian bermula ketika pria yang bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan di Kabupaten Tangerang dilaporkan seorang korban bernama Wahyu, yang telah menyerahkan uang sebesar Rp100 juta lebih untuk digandakan.

Namun ketika uang tersebut diberikan sebanyak beberapa kali dengan jumlah Rp 100 juta melalui transfer, pelaku menghilang. 

"Setelah mendapat laporan itu, kami langsung menindaklanjuti dan pelaku berhasil dibekuk, sesaat pulang ke rumahnya di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tengerang, pada Minggu (9/12/2018) lalu," kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan. 

Lebih jauh Harry menjelaskan, kasus penipuan dengan modus penggandaan uang tersebut terjadi pada pertengahan November lalu. Ketika itu, korban yang ingin membuka usaha kekurangan modal. Begitu mendapat informasi, soal keberadaan Mbah Gelung yang dapat menggandakan uang, korban mendatangi rumahnya di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

"Sampai saat ini yang melaporkan penipuan itu baru satu orang," kata Kapolres.

Di hadapan petugas, Mbah Gelung mengaku melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi.

"Baru kali ini saya melakukan hal ini," aku Mbah Gelung kepada wartawan. 

Diketahui, dalam operasi pekat Jaya ini juga Polres Metro Tangerang berhasil mengamankan sebanyak 48 orang lainnya yang kedapatan melakukan pelanggaran hukum, seperti kasus pencurian dan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), premanisme, judi, serta kedapatan membawa senjata tajam/api (sajam/senpi) dan penganiayaan.

"Dalam Operasi Pekat Jaya ini kami amankan sebanyak 191 orang. Dari jumlah tersebut 148 di antaranya hanya mendapat pembinaaan. Sedangkan 48 orang lainnya ditahan karena melakukan pelanggaran hukum," tutup Kapolres. (red)