Digagalkan Polres, Ternyata Sabu dan Ekstasi Akan Diedarkan di 4 Kota Besar

Digagalkan Polres, Ternyata Sabu dan Ekstasi Akan Diedarkan di 4 Kota Besar ()

JAKARTA - Mafia narkotika yang berupaya menyelundupkan 44 kg shabu dan 20 ribu butir ekstasi dari China ke Indonesia lewat kapal laut digagalkan. Bisnis barang haram digerakkan jaringan Lapas tersebut tak berdaya disikat habis anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat di Cilegon, Banten, Rabu (21/11/2018) kemarin.

"Shabu dan ekstasi berkwalitas super dikemas dalam 2 karung besar kami sita," terang Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz  saat memberi keterangan kepada awak media di mapolres di Jalan S Parman No.31 Slipi, Senin (26/11/2018) siang.

Menurut Erick, informasi peredaran narkoba jaringan internasional yang akan diedarkan melalui pelabuhan merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya. Dimana Satnarkoba Polres Jakbar terlebih dahulu menangkap Pengedar dan menyita barang bukti 4 Kg sabu.

Selanjutnya, sesuai rencana sindikat narkotika Internasional itu, akan menurunkan barang haram melalui pelabuhan kecil. Akan tetapi, penyelundupan tersebut  keburu terendus anggota sat narkoba yang dipimpin AKP Indra  Maulana.

"Anggota kami berhari-hari menunggu di Lampung, memantau kapal yang dicurigai pengangkut barang haram itu akhirnya menyergap mereka ketika merapat di pelabuhan rakyat Bojonegara, Cilegon, Banten," terang Erick lagi. 

Dari hasil penyergapan, selain barang bukti sabu dan ekstasi, polisi mengamankan 5 tersangka diantaranya, 4 orang kurir yaitu APP (30 th),  HA (41 th),  Dw (36) , PR (34) dan seorang lagi, LS (36) sebagai  kapten kapal.

Selain mereka yang diamankan, SU (34) sebagai anak buah kapal (ABK) diperiksa sebagai saksi. Polisi masih mengejar beberapa orang yang sudah diketahui identitasnya yakni HT dan IYL.

Dari pengakuan 2 kurir yaitu APP dan Ha, 44 kilogram shabu dan 20 ribu ekstasi itu direncanakan akan dipasarkan di 4 kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya. Para kurir itu mengaku mendapat upah sekali kirim Rp 7 juta. 

Sementara itu, barang bukti yang disita selain 44 kg dan 4 bungkus plastik kuning yang berisikan 20 ribu butir pil ekstasi, 1 kapal ikan ( kasko), 1 unit Toyota Vios, 1 unit Mazda CX 7 serta uang tunai Rp. 3 juta.

Dilain sisi, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi menyatakan, pihaknya meminta dukungan dari masyarakat untuk pemberantasan segala jenis narkotika. (wr/hw)