Didenda 100 Ribu Oleh PN Tangerang, Pedagang Buah Ini Menangis

Didenda 100 Ribu Oleh PN Tangerang, Pedagang Buah Ini Menangis (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Nur Alkhomah, hanya bisa menangis saat sambil memeluk anaknya saat Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, M Gultom menjatuhkan hukuman denda Rp 100 ribu atau kalau tidak mampu membayar menjalani kurungan badan 3 hari penjara.

Hal itu terungkap saat sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dari hasil razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Kamis (20/6/2019).

Bukan hanya Nur Alkhomah saja, terdapat 20 orang pedagang yang diduga melanggar Perda disidangkan.

Adegan pilu itu terjadi, ketika diminta uang denda Rp 100 ribu oleh petugas Satpol PP yang menangkap Nur Alkhomah, hanya bisa menangis.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Satpol PP Kota Tangerang Kaunang melihat Nur Alkhomah menangis hanya memiliki uang 2 lembar puluhan ribu, 3 lembar 5 ribuan langsung merogoh kantongnya.

“Sudah jangan menangis, ini saja buat bayar denda. Duit kamu simpan saja nanti buat ongkos pulang,” ujar Kaunang sambil menenangkan anak Nur Alkhomah.

Hakim Gultom dan Jaksa Muhamad Erlangga sebelum sidang dimulai sempat berdialog masalah hukuman yang akan dijatuhkan kepada para terdakwa.

“Saya kurang setuju dengan hukuman yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa Ibu Nur Alkhomah,” ujar Jaksa Erlangga.

Ini sifatnya pelanggaran Perda, kata Erlangga, bukan undang-undang seperti KUHP. Seharusnya hukumannya bukan denda atau kurungan badan.

“Hukumannya cukup kerja bakti seperti membersihkan halaman atau menyiram taman,” tutur Erlangga.

Menurut Erlangga, hukuman mengerjakan sesuatu lebih manusiawi. Mereka itu mencari makan hanya di situ kemampuannya. Ada yang tambal ban, jualan ketoprak, jualan es kelapa. Seperti Nur Alkhomah jualan buah nanas. Baru buka jualannya sudah tertangkap dan tidak mampu bayar denda walaupun hanya Rp 100 ribu.

Selain Nur ada empat terdakwa pedagang minuman beralkohol masing-masing didenda Rp 250 ribu dan bila tidak mampu membayar denda harus menjalani hukuman badan 3 hari. Mereka adalah Redensi Purba berdagang minuman beralkohol di Cikokol degan membuka warung lapo. Begitu juga Pantun Silaban, Oman Saragih, dan Jemilnadi, serta semua barang bukti minuman beralkhol dirampas dan dimusnahkan. (Tn/Red)