Didemo Buruh, Pemkab Sebut Sudah Surati Gubernur Terkait UMK 2021

Didemo Buruh, Pemkab Sebut Sudah Surati Gubernur Terkait UMK 2021 (Ans/nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Tangerang pastikan aspirasi Buruh sudah disampaikan ke Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait kenaikan Upah Minimum Kabupaten Tangerang.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid saat menerima perwakilan buruh yang menggelar aksi damai tuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di depan kantor Bupati Tangerang, kawasan Puspemkab Tangerang, Tigaraksa ,Senin, 9/11/2020.

Sekda dalam sambutannya menyampaikan untuk hasil rekomendasi rapat dewan pengupahan sudah di sampaikan langsung oleh Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar kepada Gubernur Banten Wahidin Halim.

" Bupati berkomitmen terkait hal ini,  hari ini sudah di Serang menyampaikan langsung rekomendasi hasil rapat dewan pengupahan," ungkap Sekda kepada perwakilan buruh di ruang rapat Bola Sundul.

Sebelumnya hasil rapat dewan pengupahan hasilnya buruh meminta kenaikan UMK sebesar 8,51 persen, dan sedangkan Apindo menginginkan UMK tetap sama dengan UMK 2020 karena kondisi ekonomi yang masih belum menentu akibat Pandemi Virus Corona biasa disebut Covid-19.

" Surat rekomendasi langsung dibawa olah Bupati langsung ke gubernur, baik tuntutan buruh sebesar 8,51 persen," ungkap sekda.

Hadi Murdiyanto Ketua Serikat Buruh Jabotabek Perjuangan (SBJP) inflasi dan pertumbuhan ekonomi da dikisaran 3,3 persen, menjadi pertimbangan buruh agar umk tahun 2021 tetap berpatokan inflasi, saya menyentuh kepada bipati agar memberikan satu angka agar UMK ada penyesuain.

" Pertumbuahan ekonomi ada kisaran 3,3 persen, saya berharap UMK tahun 2021 pun dapat bisa ada kenaikan," tutur Hadi.

Sebagaimana diketahui, UMK Kabupaten Tangerang pada tahun 2020 sebesar Rp 4.168.296,62.

Setelah diterima oleh Sekda dan menyerahkan tuntutan, elemen buruh dari berbagai organisasi langsung membubarkan diri didepan kantor bupati. (Ans)