Dicurigai Edarkan Sabu di Kosan, Pria Pengangguran di Bekuk Polsek Kembangan

Dicurigai Edarkan Sabu di Kosan, Pria Pengangguran di Bekuk Polsek Kembangan
Dicurigai Edarkan Sabu di Kosan, Pria Pengangguran di Bekuk Polsek Kembangan
Dicurigai Edarkan Sabu di Kosan, Pria Pengangguran di Bekuk Polsek Kembangan
()

JAKARTA - Anggota Unit Narkoba Polsek Kembangan, Jakarta Barat dipimpin Kanit Reskrim Iptu Dimitri Mahendra dan Panit Narkoba, Iptu Aep Haryaman berhasil membekuk FS alias TL di rumah kos di Kawasan Palmerah. 

Pria berusia 28 tahun ini tak berkutik ketika disergap polisi saat melakukan transaksi narkoba pada Sabtu(6/10/2018).

Dijelaskan Kapolsek Kembangan, Kompol Egman Adnan, anggota mencurigai FS sebagai pengedar, setelah 3 minggu membuntuti pelaku. Ternyata kecurigaan polisi terbukti, ketika melihat FS tengah melakukan transaksi narkoba di kawasan Kemanggisan.

"Berkat keuletan anggota kami, tersangka yang sudah meresahkan masyarakat itu dapat diringkus," jelas Kapolsek, Selasa(9/10/2018).

Diungkapkan Egman, tersangka sempat mencoba melarikan diri saat ditangkap. Namun pelarian itu sia-sia. Karena polisi langsung meringkusnya.

"Tersangka sempat bikin geger ketika disergap anggota kami karena sempat berusaha mau kabur naik ke lantai 2 kosan dan membangunkan penghuni yang sedang tidur. Tapi niat melarikan diri tak terlaksana," jelasnya.

Dari tangan tersangka kata Kapolsek, ditemukan barang bukti narkoba sabu 10 paket seberat 2, 54 gram."Kita juga menemukan timbangan dan plastik klip," tutur Egman.

Kapolsek memaparkan, sejauh ini pihaknya masih memeriksa tersangka apakah barang haram yang diedarkannya dijual kepada mahasiswa yang kos di daerah Kemanggisan atau tidak. 

"Tersangka belum mengaku kalau konsumennya itu kalangan mahasiswa apa pelajar," papar Egman.

Sementara tersangka FS yang sudah hampir 10 tahun tidak mempunyai pekerjaan tetap itu mengaku tidak mempunyai pilihan lain untuk mencari nafkah.

"Saya sudah bingung mau bagaimana lagi. Makanya waktu disuruh teman menjual shabu uangnya lumayan saya jadi ketagihan. Padahal resikonya sungguh berat pak," tuturnya di kantor polisi.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) Sub 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas 20 tahun.(wr/hw)