Dianggap Langkahi Perda, Pembangunan Apartemen di Tangsel 'Ugal-ugalan'

Dianggap Langkahi Perda, Pembangunan Apartemen di Tangsel 'Ugal-ugalan' ()

TANGSEL - Pembangunan apartemen Roseville dan apartemen Nines, dikeluhkan oleh warga sekitar. Pembangunan apartemen yang terletak di bilangan Serpong tersebut, seringkali membuat kebisingan dan bekerja tak mengenal waktu.

Seperti yang dikatakan salah seorang warga terdampak pembangunan, Soediatmoko bahwa, pembangunan apartemen 30 lantai tersebut, dianggap sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor 3 tahun 2014.

"Berdasarkan Perda Kota Tangerang Selatan No. 3 tahun 2014, pasal 14 diatur, rumah susun dengan perencanaan ketinggian lebih dari 8 lantai, harus berada pada lokasi dengan akses mininum ROW rencana 20 meter," kata pria yang akrab disapa Moko itu, Selasa (4/9/2018).

"Kita pernah mengukur lebar jalan hanya sekitar 15 meter. Dengan adanya Perda tersebut, maka Roseville dan Nines maksimal tinggi bangunannya adalah 8 Lantai. Fakta di lapangan sangat jauh berbeda," tambahnya.

Moko menyatakan, dirinya menuntut agar Wali Kota segera menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga Perda Tangsel dapat ditegakkan, dan tidak terkesan mandul.

"Jadi kesimpulamnya pihak Pengembang  Roseville Soho & Suite (PT Aldebaran) dan Apartemen NINES (PT Waskita Realty) bersama oknum-oknum Pejabat Pemerintahan Kota Tangsel, telah melanggar Perda Kota Tangerang Selatan No. 3 Tahun 2014," tuturnya.

"Makanya saya menuntut Ibu Airin untuk bertanggung jawab dengan melakukan audit investigasi atas permasalahan tersebut dan bila terbukti melanggar, maka persetujuan Amdal, IMB dan Ijin Lingkungan kedua pengembang atas proyek Roseville dan Nines agar dibatalkan. Dan kedua Pengembang agar diwajibkan memproses baru Amdal dan Ijin Lingkungannya sesuai Undang Undang dan Perda," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Penegakkan Hukum dan Perda pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Oki Rudianto mengatakan, pihaknya akan melakukan eksekusi bagi para pelanggar Perda, apabila terdapat laporan dari dinas teknis.

"Satpol PP bukan dinas teknis, kami hanya terima laporan dari dinas teknis, terkait adanya penyimpangan ketentuan teknis bangunan, dan melakukan tindakan sesuai kewenangan Satpol PP. Apartemen yang tidak punya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) akan langsung ditindak, tapi bagi yang sudah berijin (IMB) tentunya harus ada laporan dari dinas teknis terkait hal apa yang dilangggar," jawabnya.

"Rosevile dan Nine udah ada IMBnya, ketentuan teknisnya silakan tanya Dinas Bangunan dan Penataan Ruang," tutupnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak pengembang apartemen tersebut, belum dapat memberikan keterangan. Informasi dari pihak pengembang, akan dimuat pada berita selanjutnya. (ak)