Di Kota Tangerang, Orang Tua Siswa Keluhkan Proses PPDB Lamban dan Kurang Persiapan Pihak Sekolah

Di Kota Tangerang, Orang Tua Siswa Keluhkan Proses PPDB Lamban dan Kurang Persiapan Pihak Sekolah (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Banten mulai dibuka Senin, 17 Juni 2019. Rencananya hingga tanggal 22 Juni mendatang proses pendaftaran baru selesai ditutup.

Namun, baru sehari dibuka diawal, PPDB di sekolah menuai berbagai kritik dari para orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anaknya.

Pantauan Nonstopnews.id di SMAN 6 Kota Tangerang Jl. Nyimas Melati No 2, Karang Anyar misalnya, banyak orang tua siswa mengeluhkan proses PPDB yang lamban. Dwi, seorang ibu rumah tangga asal kelurahan Tanah Tinggi ini harus mengantri sejak pukul 6 pagi untuk mendapat nomor antrian.

"Ngantri dari jam 6 pagi, tapi hingga jam segini (pukul 13.00) belum juga dipanggil. Sekolahnya lambat banget ini," ujar Dwi saat ditemui dilokasi, Senin (17/6/2019).

Belum lagi, banyaknya pendaftar membuat pihak sekolah pun kerepotan dalam melayani para siswa yang ingin mendaftar.

"Panitia kurang persiapan, pelayanannya lama," keluh Dwi.

Sama halnya yang dikeluhkan oleh Budi, warga Kelurahan Karang Anyar. Dia juga mempersoalkan ketidaktegasan panitia atau pihak sekolah dalam menyikapi antrian PPDB.

"Pada saat pendaftaran di awal, panitia dari pihak sekolah tidak menyebutkan batasan pendaftaran PPDB. Hingga membuat para orang tua siswa yang mendapatkan antrian dengan nomor ratusan kebingungan," ungkap Budi.

Namun, baru sesudah istirahat siang pihak sekolah baru menetapkan batasan hari pertama hanya sampai melayani nomor urut 150. Tak pelak, hal inilah yang membuat kecewa para orang tua siswa yang menunggu sejak pagi.

"Untuk hari ini sudah berjalan dengan baik, mungkin prediksinya gak sampe banyak makanya gak selesai hari ini," ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.

Rencananya, pihak sekolah akan melanjutkan proses PPDB dihari berikutnya dengan membatasi 150 calon siswa per hari. (Knf)