Selain Pemicu Keretakan Toleransi, Ini Alasan Massa Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden di Tangsel

Selain Pemicu Keretakan Toleransi, Ini Alasan Massa Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden di Tangsel ()

TANGSEL - Demo Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu (AMPB) Tangerang Selatan (Tangsel) yang menolak rencana deklarasi #2019 Ganti Presiden di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), karena menganggap gerakan tersebut sarat kepentingan.

Hal itu diutarakan oleh Ketua Relawan Pendukung Jokowi yang tergabung dalam Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) DPD Kota Tangsel, Baset Marliansyah.

Dirinya menyatakan, deklarasi yang akan dilakukan oleh pihak oposisi, dianggap akan memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih ditengah suasana politik Kota Tangsel yang sejuk.

Pihaknya siap menjadi garda terdepan untuk mencegah gerakan-gerakan yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, gerakan #2019GantiPresiden, sarat dengan isu yang menebarkan kebencian terhadap pemerintahan yang sah saat ini. Sehingga berpotensi memecah belah masyarakat.

"Suasana ketika mereka (Joko Widodo dan Prabowo Subiyanto) saling berpelukan hangat itu menunjukkan kesejukan politik memasuki Pilpres 2019, ini harus dijaga, jangan sampai dibuat panas oleh deklarasi semacam itu. Terlebih kondisi politik di Tangsel yang sejuk," kata Baset beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dipihak lain, Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Tangsel, Julham Firdaus yang juga pengusung gerakan #2019GantiPresiden wilayah Tangsel ini mengatakan, pihaknya selaku putra Tangsel, membuka tangan yang seluas-luasnya, untuk bermusyawarah. 

Mereka (Demonstran), tambahnya, juga perlu tahu, bahwa gerakan yang akan dideklarasikan itu dilindungi oleh Undang-Undang, sebagaimana menyampaikan pendapat.

"Badan musyawarah dan warga Tangerang Selatan itu menjunjung tinggi silaturahmi dan duduk bareng. Semua bisa dimusyawarahkan. Deklarasi atau menyampaikan sikap perihal Pemilu 2019 bukan menghasut masyarakat, kata Julham, Kamis (6/9/2018).

"Kita ingin menyampaikan yang belum bisa disampaikan oleh pemerintah sekarang. Orang pertemuannya juga nggak ada yang menghina presiden ataupun menghina satu partai. Pertemuan yang menyampaikan orasi-orasi kebaikan, pertemanan. Menyampaikan tentang keimanan, akhlak," tuturnya.

"Kan (Deklarasi #2019gantipresiden) menyampaikan situasional yang bisa membangun, kalimat-kalimat yang bisa menjadi satu-kesatuan  tidak memecah-belah. Kami juga tidak menyebutkan individu ataupun satu partai ataupun hal-hal yang bersifat provokatif kepada hal tertentu," tambah pria yang saat ini menjadi Bakal Calon Legislatif dari Partai Demokrat tersebut.

Sebagaimana diketahui, rencana deklarasi #2019GantiPresiden akan dilakukan pada Minggu 9 September 2018, mendatang di Kota Tangsel. Namun hingga saat ini, panitia deklarasi enggan menyebutkan titik lokasi tersebut karena masih menunggu izin pihak kepolisian. (ak)