Demi Efektifitas, Alasan Gubernur WH Majukan Jam Kerja PNS Banten Mulai Jam 6

Demi Efektifitas, Alasan Gubernur WH Majukan Jam Kerja PNS Banten Mulai Jam 6
Demi Efektifitas, Alasan Gubernur WH Majukan Jam Kerja PNS Banten Mulai Jam 6
()

NONSTOPNEWS.ID - Kebijakan tak lazim dibuat Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyikapi jam kerja anak buahnya selama bulan ramadhan. Dengan dalih produktivitas, WH membuat aturan masuk kerja mulai jam 6 pagi.

Kepada Nonstopnews.id, Senin (6/5/2019) malam, WH mengatakan bahwa alasan membuat peraturan tersebut karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya, dimana faktor efektifitas semata.

"Pengalaman Aparatur Sipil Negara (ASN) itu kalo nunggu masuk jam 08.00 itu kelamaan, malah terkadang bisa ketiduran dan akhirnya kerja jadi terlambat. Saat sekarang juga kan, jam 06.00 aja matahari sudah terang," ungkapnya.

WH juga mengatakan, dimajukan jam kerja lebih pagi karena juga banyak menampung usulan dari ASN sendiri yang menghendaki selama Ramadhan bisa bekerja lebih pagi.

"Banyak aspirasi dari mereka (ASN), bisa bekerja lebih pagi. Habis sahur langsung berangkat kerja. Malah enak juga bisa pulang cepat berkumpul bersama keluarga untuk berbuka bersama," katanya.

Lanjutnya, alasan lain dibuatkannya peraturan tersebut, juga karena jam kerja selama Ramadhan ketika setelah jam 13.00 banyak juga pelayanan menjadi sepi.

"Pengalaman tahun-tahun sebelumnya kan gitu, masyarakat banyak yang datang sebelum dzuhur. Praktis setelah jam 13.00 jadi sepi, kecuali di tempat-tempat pelayanan rutin yang memang sudah diatur dengan piket pelayanan. Malah gara-gara sepi, banyak pegawai yang ngobrol, tiduran dan gak efektif," jelasnya.

Diketahui, keputusan memajukan jam kerja tersebut sebetulnya spontanitas. Bermula saat menyampaikan tausyiah saat pengajian awal bulan Ramadhan di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang pada Senin (6/5/2019).

Dihadapan seluruh pegawai menyatakan bahwa jam kerja ASN Pemprov selama bulan ramadhan menjadi pukul 06.00 WIB. Hal tersebut disambut dengan tepuk tangan riuh oleh seluruh ASN yang hadir seraya menyetujui usulan tersebut. Melihat antusiasme para ASN, Gubernur kemudian bertanya kepada Sekda Ino S Rawita dan Kepala BKD Banten, Komarudin terkait aturan yang mendukung usulan tersebut dapat direalisasikan.

"Kalau aturannya boleh, hari ini juga saya buat surat edarannya," ujarnya pagi tadi, yang kembali disambut tepuk tangan para ASN.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Banten Komarudin mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Menteri PAN-RB nomor 394 tahun 2019 tentang penetapan jam kerja pada bulan ramadhan 1440 Hijriyah, jumlah jam kerja efektif pada instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan 5 atau 6 hari kerja selama bulan ramadhan minimal 32,50 jam per minggu.

Sementara, ketentuan pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan ramadhan tersebut diatur oleh pimpinan instansi pemerintah pusat dan daerah masing-maisng dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat.

"Jadi, Pemda dipersilahkan mengatur jumlah jam kerja dalam seminggu, seandainya masuk jam 06.00 WIB pagi bisa pulang jam 12.30 WIB dengan ausmsi tanpa ada istirahat. Itu sudah memenuhi ketentuan edaran MenPAN-RB," terang Komarudin.

Justru, lanjut Komarudin, jam kerja yang ditetapkan Pemprov nantinya melebihi dari batas minimal yang ditetapkan Menpan. Selain itu, jam kerja baru ini tidak menambahkan jam istirahat karena ketika masuk jam istirahat ASN sudah memasuki jam pulang.

"Makanya nanti kita letakkan juga mesin Fingerprint di masjid, jadi ketika ASN sudah selesai shalat langsung bisa pulang, tanpa perlu ke kantor lagi,"ujarnya. (Eag)