Datangkan Atlet Muaythai Profesional, Kota Serang Terindikasi Curang

Datangkan Atlet Muaythai Profesional, Kota Serang Terindikasi Curang (Istimewa)

TANGERANG - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten khususnya cabang Muaythai, hari ini memasuki babak semifinal dan langsung dilanjutkan ke babak final.

Kejuaraan yang sebelumnya berlangsung lancar, tiba-tiba menjadi ajang protes dari beberapa Pengurus Cabang (Pengcab) Muaythai perwakilan kota/kabupaten.

Protes tersebut dilakukan, terkait adanya atlet cabutan, perwakilan dari beberapa kota dan kabupaten, dengan mengirimkan atlet profesional One Pride di ajang tersebut.

Dijelaskan Ketua Pengcab Muaythai Kota Tangsel, Marliansyah Baset bahwa, pada saat Tecnhical Meeting yang dipimpin oleh Techical Delegate (TD), bahwa ajang Proprov ini adalah ajang kelas amatir,  guna mencari bibit potensial.

Pencarian bibit tersebut, akan disaring untuk mengikuti seleksi Pra PON. Bahkan, tambah Marliansyah, aturan itu dipertegas dengan peraturan Technical Handbook yang dirilis oleh Pengurus Besar (PB) Muaythai Pusat.

"Aturannya sudah jelas kok. Dari Handbook, bahkan PB Muaythai Pusat sudah merilis, bahwa Porprov ini, untuk mencari bibit-bibit potensial, yang akan dikirim ke Pra PON. Tapi yang terjadi adalah, beberapa kota/kabupaten tetap mengirim atlet profesional, sehingga surat protes bertebaran di ajang tersebut," kata Marliansyah kepada Nonstopnews.id, Sabtu (10/11/2018).

Marliansyah menyesalkan, walaupun sudah dilakukan protes, pihak Dewan Wasit seakan-akan tutup mata, bahkan terkesan membiarkan pertandingan di kelas 71 Kg Putra, tetap dimainkan, meskipun atlet Ananda Wahyu dari Kota Serang, tercatat sebagai atlet One Pride TV One.

"Lawan dari Atlet tersebut (Ananda Wahyu) kalah TKO di ronde kedua. Padahal sebelumnya, sudah ada atlet yang bertanding sampe patah rusuk, dan sempat dilarikan ke RS terdekat. Pertandingan tetap saja dilanjutkan, yang jelas-jelas dia (Ananda Wahyu) adalah atlet profesional, yang dimungkinkan cabutan Pengcab Muaythai Kota Serang," tegasnya.

"Kami dari Pengcab Muaythai Tangsel sudah mengajukan protes keras melalui surat. Namun hingga sore ini surat tersebut tidak digubris dan tetap saja pertandingan dilanjutkan. Sehingga kami hanya berfikir, apakah memang seperti ini ajang yang menjunjung sportivitas. Diciderai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Sebagai informasi, setiap kota/kabupaten di Cabang Muaythai dihargai bonus emas oleh masing-masing daerahnya. Berikut informasi bonus yang diterima redaksi Nonstopnews.id. Kota Serang Rp 30 Juta, Kabupaten Tangerang Rp 20 Juta, Kota Tangerang Rp 15 Juta, Kabupaten Serang Rp 17 Juta, Kota Tangsel Rp 5 Juta.

Hingga berita ini dimuat, pihak PB Muaythai Provinsi Banten, belum memberikan keterangan, terkait adanya indikasi kecurangan Pengcab Muaythai Kota Serang, dengan mendatangkan atlet profesional, Ananda Wahyu pada ajang Porprov tersebut. (ak)