Dampak Ekonomi Covid-19 Bisa Pengaruhi Capaian Target RPJMD Tangsel? Pengamat Ingatkan Janji Politik Airin

Dampak Ekonomi Covid-19 Bisa Pengaruhi Capaian Target RPJMD Tangsel? Pengamat Ingatkan Janji Politik Airin
Dampak Ekonomi Covid-19 Bisa Pengaruhi Capaian Target RPJMD Tangsel? Pengamat Ingatkan Janji Politik Airin
(Kb-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), kembali memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk ke tiga kalinya. Hal itu ditandai dikeluarkannya Peraturan Walikota (Perwal) nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan atas Perwal nomor 13 tentang pelaksanaan PSBB, yang mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) 24 tahun 2020, terhitung sejak tanggal 1 sampai dengan 14 Juni 2020.

Sehubungan dengan hal itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menyampaikan secara normatif perihal kebijakan yang akan diambil, dalam mengantisipasi dampak ekonomi akibat PSBB, sehingga dapat mempengaruhi realisasi capaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Walaupun memang ada penurunan Pendapatan Asli Daerah atau PAD sekitar 32 persen tidak seperti diawal-awal sebelum ada PSBB. Yang kita utamakan dan kita dahulukan itu, makanya ada kenapa ada refocusing dan realokasi anggaran," ujar Airin.

Walikota yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Infonesia (APEKSI) ini juga mengatakan, pihaknya bakal terus menggenjot PAD dengan beberapa skema cara, walau tak detil dijelaskan.

"PAD terus kita genjot tentu dengan beberapa skema tertentu, yang dalam arti bagaimana proses pembangunan juga harus ada. Tapi kita rasional lah, kita melihat bahwa apapun yang kita utamakan sekarang ini adalah yang sekarang,” ujarnya, di Balaikota Tangsel, Jalan Maruga Raya, Serua, Ciputat, Selasa (2/6/2020).

Menanggapi itu, Analis kebijakan publik dan komunikasi politik Universitas Islam Syekh Yususf Tangerang (Unis), Adib Miftahul, mengingatkan Airin, agar tetap bisa fokus terhadap RPJMD, yang merupakan perwujudan dari visi misi dan janji politiknya.

Dikatakannya, saat ini publik, kuhususnya masyarakat kota Tangsel, sedang melihat seberapa berkualitasnya Airin sebagai pemimpin dalam mengambil langkah-langkah kebijakan.

“Saya mengingatkan wabah Covid-19 jangan sampai jadi kambing hitam atau alasan para pemimpin daerah yang tidak berhasil mencapai target RPJMD. Termasuk kota Tangsel, dan beberapa kota lain yang masa jabatan pemimpin daerahnya akan segera berakhir,” tegasnya, melalu Applikasi WhatsApp.

Karena, kata dosen Fisip itu melanjutkan, capaian visi misi saat kampanye dulu yang tertuang dalam RPJMD adalah parameter yang tak bisa ditawar. Sebab itulah janji kepada publik yang harus wajib ditunaikan tanpa alasan.

"Ukuran kualitas ada disitu (realisasi RPJMD). Makanya adanya wabah covid adalah bagian dinamika masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan pemimpin. Kalau tanpa itu, publik hanya melihat, yang dikerjakan Airin tak lebih hanya rutinitas saja," Tutupnya. (KB)