Dagang Nasi Goreng, Modus Baru Maling Motor di Tangsel

Dagang Nasi Goreng, Modus Baru Maling Motor di Tangsel (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Team Vipers Kepolisian Resort (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengungkap kasus pencurian motor (ranmor) baru, dengan modus menjual nasi goreng gerobak keliling. Modus baru tersebut terendus polisi di Kawasan Pamulang.

Kepada sejumlah awak media Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, kejadian tersebut bermula pada tanggal 29 Desember kemarin, sekira pukul 23.00 WIB, team Vipers sedang melakukan patroli di Jalan Arya Putra Kedaung.

"Pada saat itu, Team Vipers mendengar salah satu warga berteriak, 'maling, maling." kata AKBP Ferdy,  di Halaman Polres Tangsel, pada Senin (71/2019).

Saat bersamaan mendengar warga berteriak maling, melintas dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Karena anggota kepolisian curiga dengan kedua orang tersebut, pada saat itu juga pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran.

"Setelah dikejar, pelaku sudah diperintahkan berhenti tetapi pelaku justru akan menabrakan kendaraannya ke arah petugas kepolisian, dengan terpaksa pelaku atas nama Arohmanul Bais (26) ditembak," terangnya.

Sementara satu orang pelaku lainnya, menurut Ferdy, berhasil melarikan diri. Kemudian saat pelaku diinterogasi oleh pihak kepolisian, ia mengaku sudah lima kali melakukan pencurian kendaraan bermotor bersama temannya dengan modus yang sama.

"Jadi modusnya salah seorang pelaku berjualan nasi goreng keliling, sambil berjualan mereka melihat sepeda motor yang parkir ditinggal pemiliknya dan langsung merusak kunci kontak dengan kunci leter T," jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP  tentang pencurian dengan pemberatan. Sementara barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, satu unit gerobak nasi goreng keliling serta beberapa plat nomor kendaraan roda dua diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku ini terancam maksimal 7 tahun penjara, sementara pelaku atas nama Dendy masuk Dalam Pencarian Orang (DPO)," tegasnya.

Ditempat yang sama, pelaku Arohmanul Bais mengaku,  bahwa aksinya ini baru berjalan selama tiga bulan, ia berkeliling berjualan nasi goreng sambil memantau motor yang akan ia curi.

"Jual nasi goreng, saya bisa masak. Nasi goreng itu saya jual satu porsinya Rp 12 ribu, saya bisa mencuri motor karena saya diajarin untuk curi motor sama temen saya yang kabur. Tadinya hanya berjualan saja," pungkasnya. (ak)