Carut Marut PPDB Online, Walikota Tangsel Panggil Kadisdik

Carut Marut PPDB Online, Walikota Tangsel Panggil Kadisdik ()

TANGSEL - Carut marutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online, membuat beberapa kalangan masyarakat kecewa. Terlebih lagi, kebijakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 14 tahun 2018, yang mengatur zonasi dalam penerimaannya.

Salah seorang warga Ciputat, harus kecewa karena sistem zonasi, yang memaksakan anaknya bersekolah di SMP Swasta. Menurut Sumber, anaknya tidak dapat bersekolah di SMPN pilihannya, karena tidak masuk zona 99. Hal itu dikarenakan, tidak adanya SMPN di zonasinya berada.

"Masalahnya sekarang begini mas, anak saya mau masuk ke SMPN 21 Ciputat. Tapi, karena zonanya tidak masuk, dan yang timbul 95, maka anak saya kegeser sama yang zonasinya 99. Mau bagaimana lagi, daripada anak saya tidak sekolah, ya terpaksa masuk ke SMP Swasta. Aturan lah yang memaksa anak saya, sekolah di swasta," katanya.

Di lokasi berbeda, Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Taryono menyatakan, pihaknya sudah mendapat perintah dari Walikota Tangsel, Airin Rachmi Dyani, untuk menampung permasalahan PPDB berbasis online tersebut.

"Kami sudah diperintahkan oleh Ibu Wali, untuk menampung aduan dari masyarakat, sambil mencari solusi, untuk permasalahan masyarakat yang ada," katanya, Jumat (13/7/2018).

"Malam ini ada rapat dengan Walikota Tangsel," tegasnya. (ak)