Cara Menyikapi Anak Yang Tak Semangat Belajar di Rumah

Cara Menyikapi Anak Yang Tak Semangat Belajar di Rumah (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID – Dalam pencegahan penyebaran virus covid-19 sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak nyata terutama bagi pelajar di Indonesia. Kebiasaan baru dan metode pembelajaran daring membuat orang tua kebingungan agar sang anak tetap fokus dan semangat dalam menimba ilmu meski dengan kebiasaan baru.

Studi dari Harvard University menunjukkan, anak-anak membutuhkan peran orang tua atau pengasuh untuk memacu semangat mereka dalam menjalankan sebuah kegiatan. Otak anak bakal terpacu jika didukung oleh orang lain.

Studi ini menyarankan agar orang tua selalu menantang anak, tapi tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit.

"Mereka kehilangan motivasi ketika suatu tugas terlalu mudah, tetapi juga ketika itu sangat sulit sehingga tidak dapat diatasi," tulis penelitian itu, dikutip dari CNN.

Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan orang tua untuk memotivasi anak.

Berikut cara memotivasi anak tetap semangat belajar dari rumah.

1. Kurangi beban kerja anak

Jangan bebankan anak dengan terlalu banyak tugas atau beban untuk belajar. Saat anak merasa lelah, hentikan sejenak dan biarkan anak beristirahat. Saat anak merasa kewalahan, dia tak dapat memproses apa pun dengan baik.

2. Beri anak waktu untuk bermain

Berikan waktu yang cukup untuk anak bermain dengan melakukan aktivitas fisik di rumah. Hindari permainan dari layar karena dapat mengganggu kesehatan anak. Biarkan anak menikmati waktunya selama bermain.

Studi menunjukkan, anak-anak yang memiliki waktu bermain lebih banyak cenderung lebih bahagia dibandingkan yang tidak. Rasa bahagia ini dapat membantu anak dalam menikmati proses pembelajaran.

3. Bantu anak mengembangkan pola pikir

Bantu anak untuk mengembangkan pola pikir mereka. Jelaskan kepada anak bahwa belajar akan membantu mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan juga dapat membantu orang lain. Pola pikir ini membuat anak dapat menumbuhkan motivasi.

"Studi saraf pada remaja menunjukkan bahwa otak remaja siap belajar jika mereka melihat hal itu bermanfaat untuk mereka," kata ahli dari University of Texas, David Yeager.

4. Hargai proses yang dilalui anak

Reward atau hadiah biasanya diberikan jika hasil sudah terlihat. Namun, kali ini coba ganti untuk menghargai dan memberikan apresiasi kepada anak setiap mereka melalui sebuah proses. Setiap langkah kecil yang dilalui anak akan sangat berarti.

"Buat mereka melakukan langkah-langkah kecil dan mereka akan cenderung melakukan langkah-langkah yang lebih besar sendiri," kata Yeager.

Lakukan langkah-langkah tersebut agar anak kembali termotivasi dan semangat untuk belajar dari rumah selama pandemi Covid-19. (Red)