Bus Trans Anggrek Hanya Miliki 1 Rute, Truth: Satu Aja Acak-acakan

Bus Trans Anggrek Hanya Miliki 1 Rute, Truth: Satu Aja Acak-acakan (Nonstopnews.id)

TANGSEL - Pengadaan Bus Trans Anggrek di Tangsel menjadi persoalan tersendiri. Bagaimana tidak, anggaran Rp 6,25 miliar dianggap sia-sia, karena hingga kini belum dinikmati oleh warga Tangsel, yang lebih memilih angkutan umum lainnya.

"Kayaknya kurang diminati ya mas. Busnya juga ngga bisa masuk ke jalan-jalan protokol yang kurang pas dilewati oleh bus itu, terlalu besar busnya," kata salah seorang warga Rawa Buntu, Miftah, Jumat (24/8/2018).

Diketahui saat ini Bus Trans Anggrek mempunyai satu rute, yakni Rawa Buntu-Pondok Cabe. Di rute tersebut, terdapat sedikitnya 18 titik pemberhentian.

Melihat hal itu, Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi TRUTH, Jupri Nugroho menyatakan, bus tersebut lebih banyak digunakan oleh warga, dan diketahui, tambah Jupri, warga mengeluarkan dana untuk jasa Bus Trans Anggrek.

"Ada satu rute Rawa Buntu-Pondok Cabe. Urus satu rute aja acak-acakan, apalagi banyak," tegas Jupri lewat whatsappnya.

Jupri menambahkan, untuk tempat pemberhentian, dalam laporan Dinas Perhubungan (Dishub), terdapat 18 halte, tapi setelah melakukan pengecekan dilapangan, hanya terdapat beberapa titik saja.

"Dari hasil temuan TRUTH di lapangan, hanya menemukan empat halte atau tempat pemberhentian bus di rute Pondok Cabe-Rawa Buntu. Keempatnya yakni, halte samping Masjid Al-Mujahidin, Kampus ITI, Bus Stop depan Perumahan D'Latinos dan Stasiun Rawa Buntu. Itupun kondisinya memperihatinkan," katanya.

"Bus itu informasinya disewakan kepada masyarakat. Bahkan bisa dimanfaatkan oleh oknum Dishub untuk meminta uang dalam peminjaman barang milik daerah, dikelola dan disewa semau-maunya tanpa landasan dan dasar hukum pemanfaatannya, maka ini termasuk penggunaan ilegal," tambahnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel, Amar menyatakan bahwa penganggaran perawatan dan operasional Bus Trans Anggrek, adalah kewenangan Komisi IV. "Ada di Komisi IV mas. Komisi III hanya retribusi dan perparkirannya aja, kalau Dishub," kata Amar.

Sementara, Rizki Jonis anggota Komisi IV dari Partai Demokrat, DPRD Kota Tangsel, belum memberikan keterangan terkait penganggaran operasional dan perawatan Bus Trans Anggrek tersebut (ak)