Bupati Tangerang Kirim Cairan Biotech Bantu Airin Atasi Bau Busuk TPA Cipeucang

Bupati Tangerang Kirim Cairan Biotech Bantu Airin Atasi Bau Busuk TPA Cipeucang (Ans-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan bantuan cairan Biotech penetral bau sampah kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang saat ini tengah membutuhkan penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong yang mengalami longsor dan menutup sebagian aliran Sungai Cisadane.

Selain menutupi aliran air Sungai Cisadane, dampak longsor timbunan sampah di area TPA Cipeucang ini mengakibatkan dampak bau busuk yang menyebar dengan radius yang cukup jauh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang A. Taufik mengatakan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengintruksikan agar membantu Kota Tangsel dalam mengatasi dampak bau busuk akibat longsoran TPA Cipeucang ini.

"Kita memberikan bantuan sebanyak 40.000 liter atw 8 unit mobil pemadam untuk penyemprotan  Cairan Biotech untuk atasi aroma menyengat yang ditimbulkan oleh TPA Cipeucang pasca longsor dan menutupi sungai Cisadane," terangnya kepada wartawan, Sabtu (23 /5/2020).

Taufik mengaku penyerahan dilakukan di TPA Cipeucang dan Cairan ini bisa langsung digunakan untuk meredam bau yang tidak sedap tersebut menyebar.

"Cairan Biotech ini mampu meredam aroma sampah dan biasa kita gunakan untuk penanganan aroma bau di TPA Jatiwaringin," paparnya.

Taufik memastikan kalau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang siap membantu Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, untuk melakukan pengerukan sampah jika memang dibutuhkan.

"Sebagai Saudara Tua di Tangerang Raya, Kabupaten Tangerang selalu siap untuk membantu saudara muda jika membutuhkan, termasuk dalam penanganan sampah Cipeucang ini," paparnya.

Sebagaimana diketahui beberapa hari lalu TPA Cipeucang mengalami longsor dan longsoran tumpukan  sampahnya jatuh ke Sungai Cisadane. Tumpukan sampah tersebut masuk dalam aliran air ke Sungai Cisadane yang menimbulkan bau tidak sedap. Kini Pemerintah Kota Tangsel berupaya mengatasi hal tersebut. (ANS)