Bupati Dicokok KPK, Warga Lampung Utara di Jakarta Gelar Pesta

Bupati Dicokok KPK, Warga Lampung Utara di Jakarta Gelar Pesta
Bupati Dicokok KPK, Warga Lampung Utara di Jakarta Gelar Pesta
(Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara saat tiba di kantor KPK/ist)

NONSTOPNEWS.ID - 'Dinas basah' alias dinas yang memiliki anggaran besar bisa menjadi alat kongkalikong. Si pejabat biasa diminta memberikan fee atau setoran kepad kepala daerah. 

Hal ini terungkap saat Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) ditangkap KPK. Agung mengangkat Kadis PUPR dengan syarat di awal setoran fee dari setiap proyek.

"Sejak tahun 2014, sebelum SYH (Syahbuddin) menjadi Kepala Dinas PUPR Lampung Utara, AIM (Agung Ilmu Mangkunegara) yang baru menjabat, memberi syarat, jika SYH ingin menjadi Kadis PUPR, maka harus menyiapkan setoran fee sebesar 20-25 persen dari proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR," ujar Wakil Ketua Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jaksel, Senin (7/10/2019).

Setelah Syahbuddin menjadi Kadis PUPR, setoran fee proyek pun diduga mengalir ke Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. KPK menyebut setoran fee ini berasal dari 10 proyek di Lampung Utara yang digarap pihak swasta/rekanan yakni Chandra Safari (CHS).

KPK memaparkan, pihak swasta CHS pada 2017-2019 sudah mengerjakan 10 proyek di Lampung Utara. Sebagai imbalan atau fee, Chandra Safari diwajibkan menyetor uang kepada Agung Ilmu Mangkunegara melalui Syahbuddin (SHY) dan orang kepercayaan bupati, Raden Syahril (RSY).

Agung ditetapkan sebagai tersangka suap. Total duit suap yang diduga sudah diterima Agung berjumlah Rp 1,2 miliar.

Basaria menjelaskan, total duit suap itu berasal dari proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR. Jumlah duit yang diduga diterima Agung dari proyek di dua dinas itu berbeda-beda.

"Untuk Dinas Perdagangan diduga penyerahan uang kepada AIM, Bupati Lampung Utara, dilakukan oleh HWS, Swasta pada WHN, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara melalui RSY, orang kepercayaan Bupati," ucap Basaria di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/10/19).

Warga Lampung Utara Gelar Syukuran

Warga Lampung Utara yang berada di Jakarta sumringah. Mereka bersyukur kalau Agung Ilmu Mangkunegara OTT KPK. 

"Kami pesta tujuh hari tujuh malam. Dia itu sombong dan angkuh," aku warga Lampung Utara yang tinggal di Jakarta, Senin (7/10/19). 

Sejak Lampung Utara dipimpin Agung sangat semrawut dan lambat dalam pembangunan.

"Saya pesta di Jakarta dong. Sudah siapkan ayam buat bakar-bakar," ucap bapak satu anak ini. 

Hal senada diucapkan Abdul H. Menurutnya, warga perantau dari Lampung Utara yang ada di Jakarta sangat senang. "Kami patungan beli kambing nih," ucap pria yang kost di Jakarta Pusat. 

“Kami senang Pak Bupati di OTT KPK karena beliau sejak jadi bupati dikenal angkuh. Bupati kami ini jarang mau menegur warga yang tinggal tidak jauh dari rumah,  padahal harusnya sebagai pemimpin harus familiar dan mengayomi rakyat,” ungkap Anas setempat. 

Bahkan ada warga yang langsung potong kambing ke kantor Bupati. "Kami akan pesta," teriak warga. 

Ridwan, warga setempat, juga mengakui kalau Bupati mereka tidak mau tahu kondisi rakyat kecil. Menegur saja tidak mau apalagi mau tahu keluhan warga. “Kami mau motong kambing ini sebagai bentuk syukur kami atas di OTTnya Bupati kami,” lanjut Ridwan. (radarnonstop)