Bocah Semanan Tewas Diduga Kena DBD, Ini Kata Kasudinkes Jakbar

Bocah Semanan Tewas Diduga Kena DBD, Ini Kata Kasudinkes Jakbar
Bocah Semanan Tewas Diduga Kena DBD, Ini Kata Kasudinkes Jakbar
()

NONSTOPNEWS.ID - Geza Bangun Permana, seorang anak berusia 8 tahun, warga RT 11/ RW 02, Semanan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, tewas diduga terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Selasa (4/2/2019).

Dari keterangan pihak keluarga yang disampaikan Hartik (43), putra pasangan dari keluarga Sunardi Gunawan dan Rohana kelas 1 SD itu, sebelumnya sempat dirawat di RS Hermina Daan Mogot. Karena kondisi tubuh bocah terus melamah dan lemas lantaran trombositnya mengalami penurunan, akibatnya nyawanya tak tertolong.

"Awalnya sakit sih, ya gitu panasnya tinggi, terus turun lagi. Trombositnya cuma 90 dan keadaan badannya menggigil kedinginan, pukul 07.30 WIB meninggal," ungkap Bibi bocah tersebut, Selasa (5/2/2019).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Rini berencana akan mengundang pihak RS Hermina Daan Mogot Kalideres, guna meminta kronologis tentang perawatan bocah malang itu.

"Terkait kasus itu, sedang kami mintakan kronologis pasien perawatan di RS Hermina. Untuk sementara penyebab meninggalnya anak itu belum ada keterangannya apakah karena penyakit DBD atau penyakit lainnya," ujarnya,  Rabu (6/2/2019).

Lanjut Kasudinkes, sampai saat ini pihaknya masih menunggu jawaban RS hermina.

"Kita masih menunggu RS Hermina. Yang pasti masalah ini kita cek dulu," tegas Weningtyas.

Kasudinkes juga menjelaskan, masalah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk diwilayah Jakarta Barat, meningkat bila dibandingkan tahun lalu. Yakni mencapai 200 lebih.

"Kalau untuk Jakarta Barat sendiri warga yang terkena DBD sudah sebanyak 200 lebih. Jadi saat ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu," katanya.

Weningtyas juga menghimbau perlu adanya peran serta masyarakat untuk aktif didalam membersihkan lingkungannya sendiri.

"Kalau Jumantik menurut kita sudah bagus, mereka sudah bekerja semaksimal mungkin dilingkungannya. Jadi yang kita harapkan adalah peran serta masyarakat dilingkungannya sendiri," tutupnya. (man)