Berebut Kursi 'Panas' KNPI Tangsel, Terkait Dana Hibah??

Berebut Kursi 'Panas' KNPI Tangsel, Terkait Dana Hibah?? ()

TANGSEL - Meleburnya dualisme kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dibantah Eko Wijayanto. Eko mengaku sebagai Ketua KNPI  yang sah, menyanggah keputusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Provinsi Banten, yang dikeluarkan pada Agustus 2018 lalu.

"Berkaitan dengan beredarnya Surat Keputusan (SK) KNPI (Banten), yang seolah-olah sudah terjadinya penyatuan KNPI di Tangsel, maka dengan ini saya membantahnya. Saya Eko Wijayanto, masih tetap ketua sah DPD Kota Tangsel, kata Eko lewat pesan whatsappnya, Minggu (16/9/2018).

Pihaknya bahkan menduga, SK yang dikeluarkan oleh DPD Banten, digunakan untuk pencairan dana hibah Pemerintah Kota Tangsel. Dirinya menegaskan, agar wadah sebesar KNPI, wajib menjadi contoh sebagai organisasi yang baik.

"Dan apabila SK seolah-olah penyatuan tersebut, hanya dibuat untuk mencairkan dana hibah, maka saya kembali menegaskan kepada pihak Pemkot Tangsel dan terkait, untuk lebih berhati-hati, karena pencairan hibah kepada pihak yang tidak berhak, akan menimbulkan konsekuensi hukum, tambahnya.

"Hendaknya KNPI sebagai wadah pemuda, mampu memberi contoh, bagaimana berorganisasi yang baik," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Tangsel yang ditunjuk berdasarkan Keputusan  DPD KNPI Provinsi  Banten NOMOR : KEP.013/DPD KNPI/BTN/VIII/2018, Ahmad Syawqi menyatakan bahwa, selama tidak ada dualisme, seperti kabar beredar.

"Ga pernah ada dualisme, karena secara hukum itu dua organisasi yang berbeda, tapi memang ada teman-teman yang sebelumnya di kepengurusan disana, masuk di SK terbaru. Pleno kesepakatan bersama dari ketua-ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan pengurus DPD sepakat adanya penyegaran komposisi pengurus harian," kata Syawqi, yang juga Ketua Komisi II DPRD Tangsel.

"Semua sah sesuai AD/ART dan PO organisasi tahun 2015. Dualisme KNPI itu opini saja, kepastian hukumnya adalah organisasi yang berbeda. Yang satu namanya Komite Nasional Pemuda Indonesia, yang satu lagi namanya Perkumpulan DPP KNPI. Kalo yang komite cuma satu, logonya yang kita tau itu warna biru anak muda megang padi," imbuhnya.

Menurut Syawqi, pemuda-pemudi di Tangsel, sepantasnya berkumpul didalam satu wadah bernama KNPI.

"Semua anak muda Tangsel berhimpunnya ya di Komite Nasional Pemuda Indonesia," tutupnya. (ak/red)