Bawaslu: Potensi Money Politik di Tangsel Sangat Besar

Bawaslu: Potensi Money Politik di Tangsel Sangat Besar (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID -  Bawaslu Tangerang Selatan (Tangsel) mewaspadai potensi jual-beli suara menjelang 17 April 2019 mendatang.

Pasalnya, praktik money politik seperti jual-beli suara berpotensi terjadi, dan disinyalir sangat besar dilakukan para calon legislatif.

Komisioner Bawaslu Tangsel Bidang Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Slamet Sentosa mengatakan, pihaknya mengakui tetap melihat potensi itu sebagai salah satu fokus pengawasan.

"Sampai saat ini kita belum menemukan, namun kita tetap melihat potensi itu sebagai salah satu fokus pengawasan. Ketika masa tenang yang menjadi fokus utama, modusnya dengan datang kerumah-rumah dan mengumpulkan orang dalam suatu tempat dimasa tenang," kata Slamet Sentosa, Minggu (7/4/2019).

Persaingan antar caleg di Tangsel dapat terbilang cukup ketat. Hal itu bisa dilihat dari jumlah caleg di Tangsel sebanyak 683 caleg bakal berebut 50 kursi empuk di DPRD Tangsel.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaky Mubarak mencatat terdapat berbagai modus jual-beli suara jelang Pemilu. Salah satunya pengalihan suara yang dilakukan caleg dengan barter uang kepada caleg lain sesuai perjanjian.

"Satu konstituen bisa dihargai 50 ribu hingga 100 ribu. Jadi pengalihan suara dibarter dengan uang, pola ini yang saat ini umum terjadi," jelas Zaky Mubarak.

Meski demikian, Zaky menilai jual-beli suara jelang Pemilu berpotensi masih kuat. Ia mencontohkan seperti penangkapan oleh KPK atas caleg Golkar yang diduga akan melakukan serangan fajar dengan uang puluhan milliar.

"Modelnya kebanyakan cash and carry, jadi caleg memberikan uang kontan ke pemilih dalam jumlah tertentu. Ada juga money politics yang tidak langsung, biasanya menjanjikan bangun ini itu atau memberi sesuatu bila nantinya berhasil terpilih,"bebernya. (ak)