Baru Dalam Sejarah, Dikota Tangerang Pancasila 'Lahir Prematur' 31 Mei

Baru Dalam Sejarah, Dikota Tangerang Pancasila 'Lahir Prematur' 31 Mei (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pancasila "lahir prematur' alias sehari lebih cepat diperingati sebelum jatuh pada hari kesaktiannya, yaitu tiap 1 Juni. Hal itu dilihat saat Pemerintah Kota Tangerang mengadakan upacara Hari Lahir Pancasila dipimpin Walikota Tangerang Arief  Wismansyah, Jumat (31/5/2019).

Seperti yang sudah-sudah, upacara Hari Lahir Pancasila dari mulai zaman Orde Baru selalu dilaksanakan pada tanggal 1 Juni walaupun jatuh pada hari libur. 

Beragam tanggapan dari masyarakat mengenai hal itu. Ada yang menilai Walikota Tangerang mencari sensasi tersendiri, merubah Apel Hari Lahir Pancasila dari tanggal 1 Juni dirubah menjadi tanggal 31 Mei.

Misbah, (34) warga Pinang misalnya, menganggap upacara yang dimajukan sebagai sikap tak menghargai jasa para pahlawan.

"Jangan demi alasan efektif, karena menganggap hanya upacara, tapi seenaknya merubah waktunya. Gak menghargai pahlawan kalau gitu mah," katanya.

Lanjutnya, sudah konsekuensinya bahwa menjadi aparatur sipil negara (ASN) harus taat dan lebih peduli dengan cita-cita bangsa.

"Resiko jadi ASN. Mereka kan digaji besar untuk menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal cita-cita bangsa ini," jelasnya.

Berbeda dengan Misbah, warga lain, Yudi asal Ciledug menganggap hal biasa dengan pelaksanaan Hari Lahir Pancasila yang dimajukan sehari.

"Ya mungkin ini sudah masuk libur bersama lebaran. Takutnya kalo.dilaksanakan Sabtu (1/6/2019), banyak yang ga dateng ASN nya," ucapnya.

Diketahui, selaku pembina upacara Arief  mengatakan kepada ASN diharapkan selalu mengamalkan sila-sila Pancasila dalam pelayanan kepada masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Dalam keaempatan itu juga, Arief berpesan untuk menuntaskan pencairan dana seperti tunjangan hari raya, gaji maupun pembayaran pihak ketiga. 

Arief juga menghimbau, sebelum mudik ASN diminta untuk memastikan keamanan rumahnya. Mereka bisa menitipkan kendaraannya kepada tetangga yang tidak mudik.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo menegaskan, para ASN wajib melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Meski bertepatan dengan libur lebaran 1 Juni 2019, PNS masih masuk kerja untuk melaksanakan upacara.

“Di seluruh daerah sudah kita instruksikan bahwa harus melaksanakan upacara peringatan Hari Pancasila tanggal 1 (Juni). Baik di pusat maupun di daerah, dan di seluruh kementerian kelembagaan yang ada di pusat,” ujar Soedarmo di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka, Senin (20/5/2019) lalu.

Ia menegaskan, sanksi juga akan diberikan kepada ASN yang tidak mengikuti upacara wajib yang harus dilakukan seluruh jajaran kementerian. (red)