Banyak Kasus Di Tangsel Gak Rampung, Masa Jadi Mesin ATM Sih?

Banyak Kasus Di Tangsel Gak Rampung, Masa Jadi Mesin ATM Sih? (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan (Tangsel) sepertinya masih lemah dalam melakukan pengawasan dan penindakan terkait kasus-kasus wilayah dibawah pimpinan Walikota Tangsel, Airin Rahmi Diany. 

Mirisnya, tersiar kabar ada oknum membawa nama lembaga peradilan itu, mengaku bisa mendorong penyelesaian kasus ditengah jalan dengan meminta sejumlah imbalan.   Namun, hingga saat ini belum ada satupun peningkatan kasus yang akhirnya jatuh ke meja hijau.

Sekjen Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Ucok Choir  mengungkapkan, dari beberapa kasus pemkot di Tangerang selatan yang muncul dibelbagai media elektronik diduga merupakan bentuk tindakan korupsi. Menurutnya, pembiaran di penegak hukum menjadikan opini publik seakan-akan sudah menjadikan 'mesin atm'.

" Sebenarnya sudah ada berita di media jadi laporan buat Kejaksaan. Jika dibiarkan aja. Kental dugaan, bahwa oknum Kejari justru memanfaatkan, bahkan mengambil keuntungan dari kasus-kasus yang diberitakan selama ini," kata Ucok saat dihubungi, Selasa (28/5/2019).

"(Kejaksaan) Ngga boleh kayak preman. Pejabat diperas, dibikin cape dengan panggilan-panggilan, tanpa adanya proses hukum yang pasti. Kalau salah ya proses, adili. Buat efek jera pejabat yang lain juga," tegasnya.

Sebelumnya beredar informasi, bahwa ada oknum Kejari Tangsel meminta sejumlah uang untuk kasus-kasus yang sempat beredar di pemberitaan-pemberitaan media.

Hal itu diketahui dari mulut ke mulut di kalangan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tangsel.

Saat dikonfirmasi, Kasie Intel Kejari Tangsel, Setyo Adi Wicaksono menyatakan pihaknya belum mendapat kabar terkait adanya oknum kejaksaan yang meminta sejumlah uang tersebut.

"Siapa ya mas (yang meminta uang). Belum denger (ada oknum kejaksaan yang meminta uang)," kata Setyo saat dikonfirmasi. (AK)