Banyak Gadis ABG Bintaro Diduga Jajakan Diri Via Aplikasi Online, Sehari Bisa Layani Hingga 5 Pria

Banyak Gadis ABG Bintaro Diduga Jajakan Diri Via Aplikasi Online, Sehari Bisa Layani Hingga 5 Pria (Rena/Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjaring 18 orang dalam razia yang dilakukan di kawasan elit Bintaro, yaitu ZEN Rooms Kasira Sektor 7 Jalan Unta Raya nomor 19, Pondok Ranji, Ciputat, Jumat (16/10/2020) kemarin.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry menegaskan, dari 18 orang yang terjaring razia diantaranya enam orang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), dua orang pelanggan dan 10 orang diantaranya merupakan pasangan bukan suami istri.

"Pada saat kami masuk ke lokasi tersebut dan melakukan pemeriksaan kami dapati  enam orang PSK yang melakukan booking order melalui online, tiga diantaranya dibawah umur yaitu satu orang berusia 16 tahun dan dua orang berusia 17 tahun," jelas Muksin.

Dari hasil pemeriksaan diamankan sejumlah alat kontrasepsi, handphone yang digunakan untuk mendapat pelanggan melalui aplikasi. Modus operandinya, yaitu sewa kamar untuk pribadi dan sewa kamar untuk kelompok yang biasa digunakan oleh diduga PSK di bawah umur.

"Biasanya satu hari mereka dapat melayani dua hingga lima orang pria dari aplikasi. Menurut pengakuannya tarif yang dikenakan kisaran 400 ribu hingga 1 juta untuk sekali kencan," lanjut Muksin.

Razia tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait adanya banyak wanita dan pasangan muda yang mengaku penjaga ZEEN Rooms yang meresahkan masyarakat.

"Dilakukan operasi tangkap tangan berdasarkan informasi dari warga setempat," jelasnya.

Selanjutnya terkait hal itu para pelaku akan dibawa ke Kantor Satpol PP Tangsel untuk dilakukan pemeriksaan. Wanita yang diduga sebagai PSK akan diserahkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Dinas Sosial serta akan dikoordinasikan di Polres jika terdapat dugaan tindak pidana perdagangan orang.

"Lebih lanjut kami akan minta keterangan dari pihak hotel terkait maraknya hotel tersebut dimanfaatkan untuk perbuatan asusila dan juga dijadikan tempat para diduga PSK melakukan transaksi online," pungkasnya. (Rn)