Bantuan Lama, Korban Banjir Ngadu Ke Mensos, Walikota Tangerang: Sabar Dulu 

Bantuan Lama, Korban Banjir Ngadu Ke Mensos, Walikota Tangerang: Sabar Dulu  (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Kedatangan Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari Batubara ke lokasi terdampak banjir di Ciledug Indah II, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang menjadi kesempatan warga untuk mengadu keluh kesahnya.

Dari pantauan di lokasi, Juliari berkeliling posko bantuan dan beberapa rumah yang masih terendam banjir di Ciledug Indah I dan II bersama dengan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Kesempatan emas pejabat negara yang bergesekan langsung dengan warganya tersebut digunakan sebaik mungkin oleh warganya untuk mengadu keluh kesah soal permasalahan banjir.

Seperti yang dikeluhkan oleh Zaenab, ibu tiga anak ini mengadukan lambatnya distribusi bantuan berupa distribusi makanan dan alat tidur atau peralatan lainnya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

“Pak Menteri ini bantuan lama banget ya datangnya, sekalu datang dikit-dikit banget yang sampai. Kasian anak saya ada tiga makannya dikit-dikit, lapar,” keluh Zaenab kepada Juliari, Jumat (3/1/2020).

Ia mengakui, kalau bantuan memang sudah dia dapatkan sejak hari pertama mengungsi namun, sempat terhenti karena alasan yang tidak jelas.

Zaenab mengadu kalau ada beberapa oknum warga yang tidak terdampak banjir tapi malah mengambil makanan dan jatah bantuan korban.

“Tuh pak takunya diambilin sama warga sebelah yamg sudah enggak kena banjir. Kita malah diem aja enggak kedapatan apa-apa,” ucap Zaenab.

Sementara itu, Arief menyatakan, kalau bantuan sudah disalurkan ke setiap posko yang berada di dekat titik banjir parah termasuk di kawasan Ciledug Indah I dan II.

Namun, karena membludaknya korban, Arief mengaku masih mendapatkan kendala dalam distribusi dan meminta warga untuk sabar terlebih dahulu.

“Iya bu sabar dulu ya, rezeki sudah ada yang ngatur. Terimakasih saran sama keluhannya ibu nanti kita sampaikan kepada petugas posko bantuan supaya bisa lebih cepat lagi,” kata Arief.

Sebagai informasi, sebanyak 485 Kepala Keluarga (KK) di Perumahan Ciledug Indah I dan II menjadi korban bencana banjir setinggi 2 meter akibat meluapnya Kali Angke yang berada tepat disisi Perumahan.

Posko-posko pun dibangun dan evakuasi dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat yang tidak sempat menyelamatkan diri. (red)