Bansos Daerah Sah Diketok, Siap-siap 'Dipelototin' Polisi

Bansos Daerah Sah Diketok, Siap-siap 'Dipelototin' Polisi (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Kementerian Sosial dan Kepolisian Republik Indonesia  (Polri) menandatangani nota kerjasama terkait pengamanan dan penegakan hukum pada pelaksanaan penyaluran bantuan sosial.

Dalam video streaming yang ditayangkan secara langsung di Mako Polres Tangsel, beberapa pejabat nampak menyaksikan penekenan kerjasama tersebut.

Dalam gelaran, Wakil Walikota Benyamin Davnie menyatakan, kerjasama tersebut merupakan bentuk transparansi dari penyelenggara pemerintahan, karena mengingat begitu besarnya anggaran bantuan sosial diseluruh Indonesia yang dikucurkan ditahun 2019 ini.

"(Penandatanganan) Ini sangat tepat, apabila Kementerian Sosial bekerjasama dengan Polri untuk pengawalan, dari mulai perencanaannya sampai dengan pelaksanaannya. Kita di daerah siap untuk menindaklanjuti kesepakatan yang dilakukan pusat," kata Benyamin, Jumat (11/01/2019).

Hal senada disampaikan Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan. Pihaknya akan mempersiapkan perangkat dan personil, yang akan ditugaskan untuk melakukan pendampingan.

"Untuk saat ini kita akan melakukan koordinasi dengan Pemda. Nantinya  bersama-sama dengan Pemda untuk mengawal pendistribusian bantuan sosial yang sudah ditetapkan," kata Ferdy.

Pihaknya akan megutamakan pencegahan, mengawal dan memastikan supaya bansos tersebut tepat sasaran dan memastikan pendistribusiannya. Terkait validasi data penerima bansos, Kapolres akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Tangsel.

"Nanti verifikasi yang bukan bersifat formil. Bahan dan datanya akan dikirimkan oleh Dinas Sosial (Dinsos). Kira-kira ini loh program sosial yang akan disampaikan kepada masyarakat," tambah Ferdy.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinsos Kota Tangsel, Wahyunoto menjelaskan, untuk di 2019 belum ada kouta yang diberikan kepada Kota Tangsel. Tetapi, tambahnya untuk ditahun 2018 kemarin ada sebanyak 15.009 penerima.

Yakni, imbuhnya lagi, yang memegang kartu keluarga sejahtera, ini mereka yang sebagai sasaran Bantuan Sosial Pangan Tunai dan Program Keluarga harapan.

"Alhamdulillah kita selalu verifikasi , selalu update, selaku faktual, apakah mereka yang menerima masih layak atau tidak untuk memastikan tepat sasaran. Harapan kita, agar ditahun 2019 kuota di Tangsel juga bertambah 30 persen dari 15.009," pungkas Wahyu.

Untuk diketahui, anggaran bantuan sosial yang dikucurkan oleh Kementerian Sosial pada tahun 2019 sebesar Rp.54.3 Triliun. (ak)