ATM-nya Diambil Pendamping, Nenek di Cilegon Ini Tak Dapat BLT

ATM-nya Diambil Pendamping, Nenek di Cilegon Ini Tak Dapat BLT (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Muhayah (65), warga Lingkungan Tegal Wangi, RT 06/07, Kelurahan Rawa Arum, Kota Cilegon ini mengeluh karena bukannya mendapatkan bantuan uang tunai, malah kartu ATM-nya diambil pendamping JSCM (Jaminan Sosial Cilegon Mandiri) Kecamatan Grogol tanpa alasan yang jelas.

Muhayah mendengar kabar penyaluran bantuan uang tunai yang akan diterima pada Sabtu (16 Mei 2020). Namun, hal itu justu membuat dirinya bersedih.

“Sedih lah, wong batur-batur pade bakte picis, ibu mah boten bakte (Sedih lah, orang lain dapat uang, saya mah gak dapat),” kata Ibu Muhayah warga penerima manfaat program JSCM.

Husen Saidan, Ketua RT 06/07 Lingkungan Tegal Wangi yang juga ketua LSM Gappura Banten, menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, Pendamping JSCM seharusnya memberikan keterangan yang jelas dengan tanda terima bahwa kartu ATM yang dimiliki warganya sedang bermasalah.

“Saya Kecewa, pendamping ini mengambil ATM warga saya tanpa tanda terima. Ada apa ini? Artinya dia menguasai ATM milik Ibu Muhayah. Harusnya, pendamping itu hanya mendampingi ketika warga mengalami masalah, bukan malah mengambil ATM tanpa alasan yang jelas,” katanya.

Husen juga melihat adanya indikasi permainan yang mengarah kepada nepotisme pada penyaluran JSCM tahun 2020 yang seharusnya diterima Muhayah.

“Saya kira sudah masuk dugaan permainan yang mengarah ke nepotisme. Adanya kelalaian dari mereka (pendamping), masyarakat di korbankan. Tolong jangan benturkan kami dengan masyarakat,” katanya.

Husen juga mengatakan nilai penyaluran untuk Ibu Muhayah ini berbeda-beda, terkadang ia mendapat Rp600 ribu jika mengambil di kantor pos, terkadang hanya Rp500 ribu jika mengambil di Kantor Kecamatan Grogol.

Oleh karena itu, Husen meminta agar ATM Muhayah dan warga-warga lainnya yang ATM-nya diambil pendamping segera dikembalikan dan pemberian haknya segera direalisasikan.

Murtini, pendamping JSCM Kecamatan Grogol, membenarkan bahwa kartu ATM milik Muhayah dan beberapa orang lainnya diambil dengan alasan ATM-nya bermasalah, tanpa keterangan lebih lanjut. (au)