ASN Berebut Nyalon Walikota Tangsel, Klaim Bakal Netral

ASN Berebut Nyalon Walikota Tangsel, Klaim Bakal Netral ()

NONSTOPNEWS.ID - Aroma pilwalkot Tangsel 2020 semakin panas. Bukan saja ramai dipenuhi bakal calon yang berasal dari eksternal, tetapi calon dari kalangan internal pemkot juga tak kalah menarik.

Benyamin Davnie Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah (Sekda) Muhamad serta Tommy Patria tiga aparatur sipil negara (ASN) Kota Tangsel yang masuk bursa Cawalkot Tangsel periode 2020-2025.

Bahkan, ketiganya pada Senin (17/9/2019) telah mengembalikan berkas dokumen syarat Balon Walikota Tangsel ke Sekretariat DPC PDI-Perjuangan.

Mereka menganggap kontestasi Pilkada tidak bakal merembet ke netralitas pegawai di Pemkot Tangsel.

“Saya yakin ASN Kota Tangsel bisa menjaga netralitas. Saya yakin Bawaslu akan menerapkan aturan setegas-tegasnya. Harus yakin bahwa ASN harus kondusif dan menjaga netralitas,” ungkap Benyamin Davnie Wakil Walikota Tangsel di Sekretariat DPC PDI-P, Jalan Boulevard, Serpong Utara, Selasa (17/9/2019).

Dia mengaku setelah ramai perbincangan Pilkada setiap kali bertemu dengan ASN yang akan maju di Pilkada tetap saling berkomunikasi. ASN dipersilahkan menggunakan hak pilihnya secara baik.

Menurutnya, untuk meyakinkan masyarakat Tangsel lebih enak untuk beradu program dengan bisa menjelaskan kepada masyarakat.

“Kalau ketemu Pak Sekda, Pak Tommy Patria tidak masalah juga. Kan Siti Nur Azizah juga dari ASN gak masalah,” tukas pria yang kerap disapa Bang Ben ini.

Sementara Muhamad Sekda Kota Tangsel soal ASN berkontestasi di Pilkada merupakan hak warga negara dalam demokrasi. Dan itu sudah kerap terjadi dalam setiap momen Pilkada.

“Bupati dan wakilnya saja di sejumlah daerah bahkan ada yang pecah kongsi saat pilkada. Ini bukan persoalan persaingan lawan melawan. Kita di lapangan harus jaga kondusifitas karena ini juga demokrasi yang penting ikuti aturan,” ungkap Sekda.

Dan dalam Pilkada nanti kita tidak akan menarik-narik ASN juga. Maka itu kata dia, mudah-mudahan dirinya saja yang maju dalam pencalonan.

“Karena pasti akan ada konsekuensi, tidak akan menarik-narik ASN. Insya Allah tidak akan pecah. Tidak boleh terbuka sesuai aturan. Tapi di TPS juga memilih calon lain atau saya kan,” pungkas Sekda. (pm/red)