Asik, Minyak Mentah Dunia Murah Pertamina Janji Turunkan Harga Pertamax  

Asik, Minyak Mentah Dunia Murah Pertamina Janji Turunkan Harga Pertamax   (Nonstopnews.id)

JAKARTA - Saat ini, harga minyak mentah dunia turun. Pertamina pun berjanji akan menurunkan pertamax cs.

Ya, harga minyak dunia yang semakin merosot membuat pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) "terpaksa" menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero), Syahrial Mukhtar menyatakan, harga BBM non subsidi pada dasarnya mengikuti harga pasar.

Sehingga, kata dia, ketika harga minyak dunia turun, pasti tanpa disuruh harga BBM non-subsidi juga akan turun. Hanya, hal tersebut tidak dapat lakukan secara seketika.

"Jadi harga non subsidi itu tidak usah disuruh pun pasti akan seusuaikan market. Hanya, responnya, kan tidak langsung serta-merta. Harga minyak turun ini kan baru, sementara yang kami produksi BBM-nya bukan crude hari ini, jadi tetap ada lag time, tidak otomatis," ucap Syahrial.

Kepada wartawan saat dijumpai di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/11/2018), ia berkata, Pertamina belum tahu berapa lama lagi waktu tersebut akan terjadi. Tetapi, ia meyakinkan, penyesuaian harga pasti ada.

Syahrial pun menandaskan, tentunya untuk harga akan berpatokan pada formula yang dibuat. Tetapi, beberapa waktu terakhir, harganya tidak aktif menyesuaikan, pertimbangannya ada beberapa, misalnya daya beli masyarakat. 

"Beda harga yang ditetapkan dan formula. Tetapi bahwa harga yang ditetapkan sesuai formula itu bisa langsung ditetapkan. Tapi, begitu ada pertimbagan daya beli itu, lain lagi ceritanya," Syahrial berujar.

Sebelumnya, Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto memang mengatakan akan memanggil badan usaha penjual BBM non-subsidi untuk menurunkan harga jual BBM mereka. Hal ini menyusul adanya penurunan harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini.

"Ya nanti semua perusahaan yang jual BBM non subsidi itu, Shell, Total, Pertamina, mau kami panggil untuk menurunkan harganya. Kalau harga minyak turun, harga jual juga harus turun dong," papar Djoko ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu lalu (21/11/2018).

Adapun, terkait revisi formula pembentuk harga BBM Premium, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, adanya revisi ini tentu akan memengaruhi keuangan Pertamina. 

"Iya dong, namanya juga formula," tukas Mas'ud ketika dijumpai di kesempatan yang sama.

Mas'ud menjelaskan, pertimbangan revisi formula ini adalah harga crude dan ongkos distribusi. 

"Kan crudenya naik turun, perubahannya karena harga minyaknya. Kami kasih data, yang menentukan Kementerian ESDM," tegas Mas'ud.

Syahrial pun menambahkan, tentunya untuk harga akan berpatokan pada formula yang dibuat. Namun, beberapa waktu terakhir, harganya tidak aktif menyesuaikan, pertimbangannya ada beberapa, misalnya daya beli masyarakat. 

"Beda harga yang ditetapkan dan formula, tetapi bahwa harga yang ditetapkan sesuai formula itu bisa langsung ditetapkan, tapi begitu ada pertimbagan daya beli itu, lain lagi ceritanya," tandas Syahrial. (radarnonstop)