APBD Tangsel Triliunan, Pegawai Kelurahan Diusir Karena Kantornya Masih Ngontrak 

APBD Tangsel Triliunan, Pegawai Kelurahan Diusir Karena Kantornya Masih Ngontrak  (Nonstopnews.id)

TANGSEL - Miris! Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mencapai triliunan ternyata tak otomatis membuat sarana gedung pemerintahan menjadi lebih baik. 

Kantor kelurahan Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, contohnya. Kantor yang berguna sangat vital untuk kepentingan masyarakat banyak ini, ternyata masih mengontrak. Bukan itu saja, yang mengagetkan beredar kabar, pegawai kelurahan di usir oleh pemilik bangunan karena telat membayar uang sewa. 

"Ngga bener itu kabarnya ada pengusiran. Ini sampai sekarang masih ngontrak. Kita udah bosen ngontrak-ngontrak mulu," kata Lurah Bakti Jaya, Mochammad Ocin, Rabu (12/12/2018)

Ocin, panggilan akrabnya juga menyampaikan, pihaknya sudah mengusulkan pembelian tanah, untuk lokasi kantor kelurahan yang baru.

"Kita sudah ajukan ke Pemkot. Tanahnya juga sudah disurvei dua kali. Nanti rencananya di sekitaran Pocis, Setu," tukasnya.

Hampir senada dengan Lurah, salah seorang warga yang akrab disebut Babeh membenarkan bahwa status kantor kelurahan Bakti Jaya masih sewa. Bahkan katanya, kepindahan kantor kelurahan yang dimiliki seorang warga bernama Marhab, belum genap satu tahun.

"Tadinya memang di kantor lama, punya pak Maryono. Tapi udah hampir setahun pindah, dikontrakannya yang sekarang. Statusnya masih ngontrak," kata Babeh.

Diketahui, APBD Kota Tangsel tahun 2018 mencapai 3,4 triliun. Sedangkan beberapa waktu lalu, APBD untuk tahun 2019 disahkan sebesar 3,7 triliun.  (ak)