Anggaran Hibah BPN Disetujui tapi Proposal  Belum Diterima, Pengamat : DPRD Tangsel Gegabah 

Anggaran Hibah BPN Disetujui tapi Proposal  Belum Diterima, Pengamat : DPRD Tangsel Gegabah  (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Revisi Proposal mengenai dana hibah Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga kini belum nampak pada Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Tangsel.

Sebelumnya diberitakan, anggaran senilai Rp. 16 Miliar tersebut sudah disahkan oleh Banggar, akhir 2018 lalu.

Melihat hal itu,  Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Djaka Badranaya menyatakan, apabila dana tersebut digulir tanpa dasar yang jelas, maka DPRD Tangsel sebagai lembaga pengawasan sudah melakukan hal yang gegabah.

"Ya dasarnya itu kan proposal. Kalau sampai sekarang belum menerima proposal itu, dasarnya apa untuk mensahkan?," kata Djaka saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (8/01/2019) malam.

Badranaya juga menganggap bahwa DPRD tangsel gegabah dan sembrono kalo sampai rapat bisa menyetujui anggaran yang diberikan. 

"Apalagi jika dana itu digulirkan, dan proposal perbaikannya belum sampai ke tangan Legislatif, itu gegabah," kata Djaka.

Tambah Djaka, biasanya, instansi-instansi tersebut mengajukan dana hibah dengan mengirimkan proposal ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) atau Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) di Setda Tangsel.

"Nah tinggal kejar aja, apakah proposal perbaikannya sudah diterima. Karena yang mengajukan nantinya Eksekutif ke Legislatif, biar disahkan dalam bentuk Perda," pungkasnya.

Sementara itu, Komisi IV yang menjadi pengawas pembangunan, melalui ketuanya Sukarya menyatakan, pihaknya sempat menolak, karena menurutnya hingga akhirnya disahkan, dirinya belum melihat proposal permohonan dana hibah tersebut.

"Saya sempet nolak. Saya mempertanyakan mana proposalnya. Sebagai anggota Banggar, saya juga perlu melihat penyaluran dana hibah itu untuk apa saja," ujarnya di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar, Kelurahan Serpong, Serpong, Rabu (9/01/2019).

Sukarya juga menyebut, proposal saat disahkan masih ada revisi, dan sampai sekarang dirinya belum mengetahuinya. 

"Coba nanti ditanyakan ke Banggar, apakah proposal revisinya sudah diterima apa belum," tegasnya.

Berdasarkan informasi, proposal awal dana hibah BPN Tangsel, mengajukan untuk pembangunan gedung arsip senilai Rp.16 Miliar, namun berubah.

Proposal revisinya terdiri dari pengajuan dana tunai pendampingan sertifikasi tanah sebanyak 30.000 bidang, senilai Rp. 9 Miliar, dan pembangunan gedung arsip senilai Rp. 7 Miliar. (ak)