Aneh, Sudah Pakai EO Kegiatan Dindikbud Masih Digelar di Balaikota Tangsel

Aneh, Sudah Pakai EO Kegiatan Dindikbud Masih Digelar di Balaikota Tangsel (Kegiatan Dindikbud yang sudah dikerjakan oleh pihak ketiga, tetap digelar di Balaikota Tangsel/kb-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar lomba menulis artikel situs cagar budaya, di gedung Balaikota ruang Blandongan lantai 4, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Jalan Maruga Raya, Ciputat, Rabu (16/10/2019).

Namun anehnya, berdasarkan data informasi yang berhasil dihimpun, kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Kepala Dindikbud Taryono, dan sejumlah narasumber, serta para peserta kegiatan dari unsur pelajar dan mahasiswa, diketahui mata anggaran jasa penyelenggara acara atau Event Organizer (EO), dengan alokasi anggaran sebesar 105.190.000 juta rupiah.

Ketika dimintai keterangan, baik pihak dari Dindikbud Tangsel maupun pihak penyelenggara tidak tahu menahu terkait pihak ketiga yang menjadi pelaksana kegiatan. Bahkan, mereka terkesan menutup-nutupi dan bersikap saling lempar tanggung jawab.

“Iya dipihak ketigakan, anggaran kontraknya cuma 80 juta, ini sudah dua kali kegiatan, baru ini lanjutannya," kata Kepala bidang Kebudayaan Dindikbud Tangsel Iis Nur Asih.

Ketika ditanya memakai jasa EO, Iis berkilah karena SDM Dindikbud kurang.

"Kenapa harus pake EO, kalau kita semua dari kita kurang SDM kami,” kata Iis  yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan tersebut.

Sementara, Sartika Dian yang mengaku dari komunitas yang menyelenggarakan kegiatan, juga enggan menjawab saat ditanya perihal pihak ketiga penyelenggara kegiatan, seraya menyampaikan alasan penggunan tempat kegiatan.

“Ya kolaborasi aja, sebenarnya kami komunitas ya. Untuk EO nya partneran CV. Aku nggak tau anggaran berapa, aku fokus sama kontennya aja. CV nya punya teman, kontraknya sama dia. Kita menggunakan ruang blandongan karena paling proper, paling bisa dipake gitu loh, kalau misalkan kita mau lomba pidato kan ini, artinya harus ada ruang yang bagus, kalau panggung diluar mungkin nggak sebagus dan semewah ini,” jelasnya, dilokasi kegiatan.

Tak jauh berbeda, Ali Susanto selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (PPTK) pada kegiatan tersebut, mengungkapakan nilai kontrak pelaksanaan kegiatan, dan juga menjelaskan alasan penggunan ruang blandongan untuk kegiatan tersebut.

“Kenapa diadakan disini, karena artinya kita lebih cepat masuk komunikasi kita disini, jadi lebih cepat. Yang penting pelaksanaan,” pungkasnya. (kibo)