Anak Wapres Angkat Bicara Soal Polemik dan Pelayanan Air Bersih di Tangsel

Anak Wapres Angkat Bicara Soal Polemik dan Pelayanan Air Bersih di Tangsel
Anak Wapres Angkat Bicara Soal Polemik dan Pelayanan Air Bersih di Tangsel
(Bacawalkot Tangsel, Siti Nur Azizah/kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Bakal calon (Bacalon) Walikota yang juga putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah Ma'ruf, turut angkat bicara soal polemik pelayanan air bersih di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dikatakannya, Tangsel sejatinya harus menjadi kota berkelas dunia dengan salah satu indikatornya adalah pelayanan kebutuhan dasar.

"Tangsel, (harus jadi) Kota Organik berkelas dunia. Sebagai Kota kelas dunia maka di antara indikatornya adalah semua penduduk mendapat pelayanan air bersih sesuai kebutuhan karena air adalah kebutuhan dasar untuk hidup sehat," kata Azizah, melalui pesan Aplikasi WhatsApp, Senin (24/2/2020).

Adanya aliran sungai besar yang melintasi Kota Tangsel yaitu sungai Cisadane, menurutnya Azizah menjadi potensi besar untuk memenuhi kebutuhan airnya bagi masyarakat.

"Terkait air bersih, secara alami kita punya sungai besar yang bisa menjadi sumber air baku. Dari segi pendanaan sangat banyak alternatif yang tidak selalu bertumpu kepada APBD," ungkapnya.

Selain itu, Azizah menyorot peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam penyediaan air bersih, yang tidak hanya berperan dalan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"BUMD adalah bagian dari upaya pemerintah daerah utk meningkatkan PAD, tujuannya agar pemerataan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. BUMD harus berperan dalam mendukung kesejahteraan rakyat dan menggerakkan ekonomi lokal," tukasnya.

Lanjutnya, antara BUMD dan masyarakat akan membentuk sebuah hubungan sosio-ekonomi yang konstruktif dan produktif.

"BUMD bukan sekedar mengejar keuntungan dalam bentuk pendapatan bagi negara tapi keberadaannya harus juga menguntungkan masyarakat sebagai pendukungnya," pungkas Azizah.

Diketahui, bisnis pelayanan air bersih oleh BUMD Kota Tangsel yakni PT. Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS), tengah menjadi sorotan berbagai pihak.

Salah satunya ialah dari Presedium Pemantau dan Pengawas Pembangunan Tangerang Raya (P4TRA) yang terdiri dari 14 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang menilai banyak kejanggalan yang dilakukan oleh PT PITS dalam menjalankan usahanya.

Bahkan baru-baru ini mereka melakukan aksi unjuk rasa di kantor pusat pemerintahan Kota Tangsel dan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel, menuntut agar PT PITS dibubarkan. Sebab anggaran penyertaan modal kepada PT PITS diduga menjadi bancakan oknum tertentu. (kibo)