AJEGILE!!! Perahu Milik Pemkab Tangerang Dijadikan Angkutan Berbayar Tangani Korban Banjir, Gimana Nih Pak Zaki?

AJEGILE!!! Perahu Milik Pemkab Tangerang Dijadikan Angkutan Berbayar Tangani Korban Banjir, Gimana Nih Pak Zaki?
AJEGILE!!! Perahu Milik Pemkab Tangerang Dijadikan Angkutan Berbayar Tangani Korban Banjir, Gimana Nih Pak Zaki?
(Mn-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Perahu karet merupakan angkutan yang diterjunkan untuk mengevakuasi dan menolong korban banjir tanpa dipungut biaya alias gratis. Fasilitas milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang itu juga digunakan untuk mengangkut kendaraan yang terjebak banjir di Jalan Raya Serang KM 10,5 Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (25/2/2020), yang ketinggian air mencapai sekitar 70 cm.

Namun, rupanya keberadaan perahu karet dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka menentukan tarif bagi yang ingin menyeberang atau menaiki untuk melewati banjir. 

Pengendara roda dua rela merogoh kantong sebesar Rp 20 ribu, sebagai jasa angkut kendaraan, sehingga kendaraan mereka tidak terendam banjir.

Bagi pengendara yang tidak ingin menggunakan bantuan perahu karet, mereka harus mendorong kendaraannya sendiri. Bahkan ada sebagaian dari pengendara yang sengaja dan rela menunggu hingga air surut.

Seorang penggunana jalan RM (40) warga Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja yang sempat protes dan terbebani dengan adanya tarif yang sengaja dipatok oleh pihak pengelola jasa perahu karet tersebut.

"Sebelum motor saya diangkut juga udah ditarif sebesar Rp 20 ribu, padahal kan itu perahu karet milik Pemda," ungkapnya Selasa, (25/2/2020).

Menurutnya, perahu karet yang merupakan fasilitas milik pemerintah daerah yang diperuntukkan bagi warga sebetulnya tidak boleh dikomersilkan, apalagi saat hendak dibutuhkan sampai diberi tarif.

"Boleh minta bayaran sebagai rasa terima kasih, tapi jangan ditarif juga kali. Biar warga ngasih secara sukarela," tandasnya.

Menyikapi hal ini, dimintai tanggapan oleh wartawan Kapolsek Curug, Kompol Endang Sukmawijaya mengatakan, sebenarnya jasa bantuan perahu karet ini gratis. Namun, kata dia, disisi lain ada juga masyarakat yang ingin memberi semacam uang terima kasih. 

"Itu kan perahu yang berasal dari BPBD Kabupaten Tangerang seharusnya uang tersebut diberikan secara sukarela dan tidak diberi tarif saat akan digunakan," tandasnya.

Kepolisian pun sudah menegur pihak pengelola  yang diketahui dari Desa dan Kecamatan tersebut. Walaupun sudah diberi teguran, berdasarkan pantauan, pihak pengelola masih memberi tarif.

Diketahui terdapat dua unit perahu karet yang beroperasi untuk membantu warga menyeberangi genangan air. Satu unit perahu karet berindentitas BPBD Kabupaten Tangerang dan satu unit lagi tanpa identitas perahu terbuat dari ban bekas dan kayu. (Mn)