Airin Mulai 'Bersih-bersih', Pejabat Malas dan Suka Mengeluh Siap-siap Tergusur

Airin Mulai 'Bersih-bersih', Pejabat Malas dan Suka Mengeluh Siap-siap Tergusur ((istimewa))

TANGSEL - Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany merotasi 15 pejabat bidang administrator karena dinilai tidak produktif.
Pejabat-pejabat tersebut diberi sanksi tegas dengan diganti dari jabatannya, dan dipindahkan ke posisi lain non strategis.

Airin mengatakan, ihwal penggantian anak buahnya tersebut karena malas dan sering mengeluh dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi masyarakat, sehingga pelayanan menjadi terganggu dan masyarakat jadi dirugikan.

"Hasil evaluasi saya, pak wakil, dan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), saya temukan banyak pejabat yang kerjanya malas-malasan, dan suka mengeluh," kata Airin di Puspemkot Tangsel, Minggu, (28/10/2018) kemarin.

Airin menuturkan, pajabat seperti itu tidak memiliki jiwa yang tangguh dan tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi pelayanan masyarakat dan birokrasi di Tangsel.

"Saya meminta kepada Bapak Ibu untuk menjadi pejabat yang tangguh, tidak mudah mengeluh. Mau mencoba, dan mencari solusi. Setiap posisi pasti memiliki tantangan, pasti ada persoalan," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, ke-15 pejabat yang diganti itu sudah lama menjadi perhatian.

"Kultur ya. Itulah, tolak ukurnya sering kali kalau rapat itu enggak fokus, tidak menguasai masalah. Itu yang diperhatikan. Lalu soal disiplin, harusnya rapat diundang jam 09.00 datang lewat dari jam itu," sambungnya.

Dari segi penilaian kinerja, para pejabat itu juga sangat buruk dan di bawah standar penilaian. Dikatakannya, para pejabat harus membuat laporan kerja setiap harinya. Namun, para pejabat itu sangat lalai dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Bahkan, yang dia sesalkan, banyak pejabat itu yang masih mengeluhkan gaji dan tunjangan yang didapatnya sebagai pejabat.

"Semuanya eselon tiga itu gaji pokoknya Rp3-4 juta. Ditambah tunjangan, dapat lah mereka Rp15 juta sebulan. Kalau mereka masih komplain, saya pastikan pejabat itu tidak layak mendapat posisi itu," ucapnya

Para pejabat pengganti yang berhak menempati posisi mereka yang tergusur diantaranya, Kepala Bidang Pembangunan Dandy Priyantara, Kepala Bagian Umum dan Protokoler Abdul Aziz, dan Kepala Bagian Rumah Tangga Wawang Kusdaya.

Selain itu, ada Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Kehumasan Dinas Komunikasi dan Informatika Irfan Santoso. Mereka adalah para pejabat eselon tiga. (ak)