Airin Ajak Camat dan Lurah Pahami Pengendalian Gratifikasi

Airin Ajak Camat dan Lurah Pahami Pengendalian Gratifikasi ((istimewa))

TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaksanakan sosialisasi tentang Pedoman pengendalian gratifikasi yang diikuti oleh aparat kelurahan dan kecamatan di Puspemkot Tangsel, Kamis (4/10/2018).

Inspektur Kota Tangsel Uus Kusnadi mengatakan, mereka rentan untuk menerima gratifikasi dari masyarakat, sehingga perlu diberikan pemahaman mengenai gratifikasi tersebut.

"Gratifikasi merupakan salah satu tindakan yang dilarang dan diancam pidana," ujarnya.

Menurutnya, kecamatan dan kelurahan merupakan garda terdepan dalam pelayanan. Tidak menutup kemungkinan aparat kecamatan dan kelurahan menganggap gratifikasi merupakan rezeki, sehingga mereka menerima apabila ada orang yang memberi.

"Makanya kita undang mereka dan diberi pemahaman kalau gratifikasi itu bukan rezeki namun salah satu bentuk korupsi," tambahnya.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, sosilisasi gratifikasi tersebut merupakan bagian dari rencana aksi yang sudah disepakati bersama. 

"Meskipun pencegahan dilakukan tidak berarti proses penindakan berhenti," ujarnya.

Airin menambahkan, gratifikasi menurut Undang-Undang 31 Tahun 1999 junto dan 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, merupakan pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang, barang, komisi, serta fasilitas lainnya. 

"Perbuatan penerimaan gratifikasi oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dianggap sebagai perbuatan suap apabila pemberian tersebut dilakukan karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya," katanya.

Lanjut Airin, saat ini pemkot Tangsel senantiasa terus melaksanakan prinsip-prinsip good governance dan clean governance secara konsisten dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik. (ak)