Ahli Waris Ratapi Kuburan di Pamulang Digusur Proyek Tol Sercin

Ahli Waris Ratapi Kuburan di Pamulang Digusur Proyek Tol Sercin (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID – Ahli waris dari keluarga yang meninggal harus rela makam orang tuanya digusur demi proyek pembangunan Tol Serpong-Cinere. Bagaimana tidak, beberapa lokasi komplek pemakaman harus pindah karena proyek strategis tersebut.

Proyek tol yang berada di Jalan Pajajaran, Pamulang Barat tersebut melewati Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Cemara I, Komplek Andrawina, Pamulang Barat.

Salah seorang warga Parung yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ada dua kuburan keluarganya di tempat tersebut yaitu nenek dan kakeknya yang dikuburkan pada tahun 1996 dan 2000.

"Saya sedih harus melihat kakek dan embah lagi. Meski sudah menjadi tanah tetap saja auranya itu terasa, apalagi kalo kakek masih utuh kain kafannya," kata Sumber, Senin (01/04/2019).

"Kalo dibilang ga setuju mah ya ga setuju harus dibongkar gini, tapi mau bagaimana lagi ya mas, ini kan proyek pemerintah, kita ga bisa apa-apa," ungkapnya sambil meneteskan air mata saat melihat makam keluarganya itu dibongkar.

Hal ya sama diungkapkan warga Pondok Benda berinisial I (27). Menurutnya ada neneknya yang dimakamkan di situ.

Dalam hati kecil dirinya tidak menginginkan makam neneknya dibongkar, namun demi kemaslahatan dan kepentingan masyarakat di masa kini perlu dibangun jalan tol, sehingga I merelakan makam neneknya dibongkar dan dipindah.

"Ya bagaimana, pembangunan jalan tol ini juga untuk mengurangi kemacetan di sini kan, jadi ya sudahlah. Yang penting dimakamkan lagi aja. Kalo untuk sosialisasi terkait pemindahan itu sih udah satu bulan yang lalu dari pihak perusahaan, jadi kita juga siap-siap dulu" ungkapnya.

Sementara itu saat ditemui, pengurus makam Adi menuturkan, Secara pribadi dirinya menolak, namun penolakan itu akan berbenturan dengan urusan pemerintah.

Menurutnya, Minimal yang diinginkan warga yaitu penyediaan pengganti tanah untuk makam itu dipenuhi.

“Pembebasan tanah hibah itu dari pihak tol 6000 meter kalau dijumlahin angka sekitar 50 miliar, tapi yang terkena galian berjumlah 5963 meter. sedangkan untuk kuburannya berjumlah 400an. Pengerjaan 1 bulan dimulai dari hari ini. Dalam satu hari kita perhitungkan 34 kuburan yang dipindah kalo ngga ada halangan seperti hujan,” kata Adi.

"Pengerjaan dari pagi sampai jam 4. Untuk petugas penggali ada 12 tim, 1 tim berjumlah 4 orang ditambah dengan Amil ada 7 orang. Kami sistemnya per RW, jadi dibagi dari 1 RW-nya itu 3 RT, nah itu kita bagi sesuai dengan RT-nya jadi biar tidak bingung. Selain itu peralatan juga sudah kami siapkan, dari mulai peti, kain kafan, dan lain-lain,"tandasnya. (Ak)