3 Anak Dicabuli Ayah Tirinya, Ini Kata Kapolres Tangsel

3 Anak Dicabuli Ayah Tirinya, Ini Kata Kapolres Tangsel (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Kasus pencabulan anak dibawah umur di Tangerang Selatan kembali terungkap. Mirisnya kali ini pelakunya tak lain adalah orang dekat korban. Yakni bapak tirinya sendiri. 

Perbuatan bejat ini terungkap saat Satreskrim Polres Tangsel berhasil mengungkap tiga kasus pencabulan anak dibawah umur.

"Kami berhasil mengamankan tersangka Asep Wahyu (40) yang mencabuli anak tirinya berinisial PDA (6) di Kampung Sengkol, Setu, pada Desember 2018," Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, Senin (28/1/2019) kepada wartawan. 

Bukan hanya itu, polisi juga menangkap seorang pelaku lagi bernama Erwanto alias Yanto (39) dengan korban HEA (12) pada akhir Agustus 2018 di Kampung Dadap, Serpong. 

Bukan hanya 2 pelaku tersebut, Ferdy melanjutkan, jajarannya juga berhasil menangkap Herman Toni (45), dengan kasus yang sama, yaitu mencabuli anak tirinya yang baru berusia 14 tahun, berinisial RMS, di bilangan Pondok Aren, September 2018.

“Semua pelaku adalah ayah tiri korban, motifnya sama karena ketertarikan dengan si anak,” jelas Kapolres. 

Kejadian tersebut lanjut Kapolres, dilakukan saat ibu korban sedang tidak ada ditempat. Dengan dibawah ancaman, pelaku memulai perbuatannya dengan cara meraba hingga penetrasi alat kelamin korban. 

“Pada awalnya korban tidak berani melaporkan kepada orang tua kandungnya, tetapi karena tersangka sudah berulang kali melakukan aksinya, akhirnya korban memberanikan diri melaporkan ke orang tua kandungnya, kemudian dilanjutkan melapor ke kami,” tambahnya. 

Untuk pengungkapan kasus ini, polres Tangsel bekerjasama dengan unit psikologi Polda Metro Jaya sedang melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan kepada ketiga tersangka.

Pun dengan korban, pihaknya juga sedang melakukan pemulihan trauma untuk para korban.

“Saat ini kami sedang menjalani pemulihan trauma untuk korban bekerjasama sengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan anak (P2TP2A),” tambahnya.

Kini pelaku mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga ayah tiri itu dijerat Pasal 81 dan atau 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dari perbuatanya ketiga tersangka dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” pungkasnya. (ak)