13 Buruh Dinyatakan Reaktif Usai Unras UU Ciptaker di KMK Global Sport, Bakal Ada Klaster Demo Nih?

13 Buruh Dinyatakan Reaktif Usai Unras UU Ciptaker di KMK Global Sport, Bakal Ada Klaster Demo Nih? (Ans/nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID — Upaya pencegahan Covid-19 di tengah unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kabupaten Tangerang gencar dilakukan oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19 setempat. Berdasarkan Rapid Test kepada 90 buruh PT. KMK Global Sport di Kawasan Industri Cikupa Mas, sebanyak 13 buruh dinyatakan reaktif.

Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang yang juga Dandim 0510/Trs Letkol. Inf. Bangun I.E. Siregar mengatakan, walaupun tengah aksi unjuk rasa, pihaknya bersama Forkopimda Kabupaten Tangerang terus melaksanakan giat edukasi protokol kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

“Hari ini ada Unras di KMK Cikupa. Ada 90 orang dirapid, ternyata 13 buruh reaktif,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 7 Oktober 2020.

Perlu diketahui, kata dia, hari ini masa yang mengikuti unjuk rasa di PT. KMK Global Sport Cikupa tersebut sebanyak 300 orang. Dalam unras tersebut, lanjutnya, tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang terus mengimbau para buruh untuk menjaga jarak dan pakai masker.

Sementara itu, Pimpinan Serikat Buruh setempat Hendi mengatakan, hari ini jumlah buruh yang mengikuti aksi berkurang. Sebelumnya sebanyak 14 ribu buruh, namun saat ini hanya berjumlah sekitar 300 buruh.

“Kemaren ada 14 ribu buruh yang tergabung pada 6 serikat pekerja tersebut melakukan aksi mogok kerja,” pungkasnya.

Tujuan aksi, kata dia, yaitu meminta agar Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI dan Pemerintahan Pusat agar dibatalkan karena sangat merugikan nasib bagi kaum buruh di kemudian hari.

“Kita akan terus melakukan aksi samppai UU tersebut dibatalkan,” ungkapnya.

Menurutnya, dampak atas disahkannya RUU Omnibus Law tersebut adalah akan hilangnya kesejahteraan para buruh seperti hilangnya uang pesangon, cuti, kebebasan outsourcing dan sebagainya. “Percuma saja kita kerja di negeri sendiri, tapi dijajah di negeri sendiri,” tandasnya.(SBN/ANS)