Polresta Bandara Gagalkan Peredara Pil PCC

Pelaku pengedar pil PCC ditangkap Satresnarkoba Polresta Bandara Soetta, Jumat (22/9/2017). (Resna | nonstopnews)

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang – Peredaran pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) yang niatnya akan diedarkan ke tempat-tempat hiburan malam di Jakarta berhasil digagalkan Polres Bandara Soekarno-Hatta. Dua orang diamankan bersama dengan 950 butir obat dan satu bungkus ketamine tak berizin.

AN (60) dan wanita berinisial HRD (42) ditangkap di Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Pelaku mengedarkan sediaan farmasi ini sudah lima sampai enam bulan lalu untuk diedarkan ke tempat hiburan yang ada di Jakarta,” ucap Kasat Narkoba Polresta Bandara Kompol Martua Raja TL Silitonga, Jumat (22/9/2017).

Lanjut Martua, terciumnya peredaran pil PCC tersebut berawal dari informasi yang didapat yakni adanya transaksi obat-obatan ilegal di tempat-tempat hiburan di Jakarta.

“Berdasarkan hasil undercover kami, kami amankan dua pelaku di rumah yang bersangkutan. Awalnya kami dapat informasi dari terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta,” sambungnya.

Petugas berhasil menemukan 950 butir hasil retabletasi (proses pengoplosan obat ulang) yang disimpan ke dalam 19 bungkus. Dimana tiap bungkus nya berisi 50 butir pil PCC.

“Obat ini merupakan sediaan farmasi, jenis obatan berbahaya yang izin edarnya sudah ditarik berdasarkan keputusan Kepala BPOM tahun 2003,” terang Martua.

Dari keterangan pelaku, keduanya mendapatkan obat tidak berizin tersebut dari dua orang yang kini menjadi DPO. Polisi kini tengah memburu kedua orang yang dimaksud tersebut.

“Mereka dapat dari kawasan Cimanggis Depok dan kawasan sekitar apartemen Central Park,” lanjutnya.

Pelaku sudah tiga kali mengirim pil PCC tersebut ke tempat hiburan dengan sekali transaksi mendapatkan upah Rp. 3 juta.

“Ini transaksi ketiga kali mereka, tapi baru dua kali mereka mendapat upah,” kata Martua.

Baca juga:   Resep Tumis Kangkung Campur Mie Pedas Tabur Wijen

Kedua pelaku dijerat dengan undang-undang kesehatan pasal 197 subsidair 196 Undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Mereka diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,” tukasnya. (Res)

Bagikan:
x

Check Also

Satlantas Polrestro Tangerang Tilang 19 Mobil Pakai Rotator

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang – Polres Metro Tangerang Kota selama kurun waktu 10 hari, dimulai sejak tanggal 11 ...

Ciputra Investasikan 1,7 Trilyun Bangun Kawasan Superblok di Citra Raya Cikupa

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang – Kawasan superblok yang di ground breaking kemarin di kawasan Citra Raya bernilai ...

Inovasi Generasi ‘Milenial’ Harus Kedepankan Nilai Kearifan Lokal

NONSTOPNEWS.ID,Tangerang – Dalam perkembangan teknologi informasi, mahasiswa diharapkan terus kembangkan potensi melalui segenap kreatifitas dan ...

Kristenisasi dan Pembangunan Gereja Terbesar di Asia Tenggara, Bupati Tangerang : Hoax

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang – Kabar adanya upaya kristenisasi melalui pembangunan gereja terbesar di Asia Tenggara yang dibangun di ...

DPRD Kota Tangerang Dukung Tagih Paksa Pajak

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang – DPRD Kota Tangerang akan mendukung diterapkannya penagihan pajak dan retribusi secara paksa ...