Indikasi Korupsi di Pilkada Banten, Embay Serahkan ke KPK

reaksi Embay serahkan kepada KPK

reaksi Embay serahkan kepada KPK

NONSTOPNEWS.ID, Banten – Cawagub Embay, menanggapi surat yang dilayangkan oleh pihak Wahidin Halim ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya indikasi korupsi di Pilkada Banten.

Sebelumnya, pengacara tim pasangan Wahidin Halim – Andika mengirim surat kepada pimpinan KPK atas pernyataannya yang mengatakan indikasi korupsi dalam proses Pilkada Banten terkait dengan mantan gubernur Atut Chosiyah.

Menurut Embay, masalah hukum lebih baik diserahkan kepada aparat yang memang menangani di bidang hukum. Mudah-mudahan, ketika sudah ada yang mendatangi KPK dan bersurat ke sana dan dari pihak manapun, semua hal terkait korupsi di Banten semakin terbuka dan tidak menjadi isu liar di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan semua terbuka, jangan jadi isu liar yang kemudian saling bertanya, dan supaya masyarakat tenang,” ujar Embay Mulya Syarief di Kramatwatu, Serang, Senin (12/12/2016).

Menurut Embay, Pilkada Banten harus menjadi pemilihan kepala daerah yang elegan dan minim golput. Apalagi, selama ini angka golput cukup tinggi. Selain itu, ia dan pasangannya Rano Karno ingin menekan angka politik uang dan kecurangan di pemilihan nanti.

“Mudah-mudahan money politik bisa kita tekan dan kecurangan kita minimalisir. Pilkada Banten harus berjalan dengan baik, aman tenang dan lancar,” kata Embay.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan detikcom, Pimpinan KPK Agus Rahardjo menyebut sudah ada indikasi tindak pidana korupsi di Pilkasa yang saat ini masih berlangsung di Banten dan itu terkait dengan mantan gubernur Atut Chosiyah.

“Saya monitor, kami punya radar untuk di sini (Banten). Tapi karena itu (korupsinya) agak besar, itu nanti setelah pilkada aja deh,” ujar Agus kepada wartawan di Kantor PWNU Banten, Jl Raya Serang-Jakarta, Kota Serang, Banten, Sabtu (26/11).

Baca juga:   Pilgub Banten: WH Yakin Selesaikan Masalah Gizi Buruk Dalam 6 Bulan

Menurut Agus, indikasi ini masih berkaitan dengan kasus korupsi di Banten pada masa lalu dan bukan terkait dengan dana kampanye. Agus membenarkan bahwa indikasi korupsi tersebut masih terkait dengan salah satu nama yang kasusnya saat ini ditangani KPK.

“Bukan (dana kampanye). Sebetulnya ada kejadian sebelumnya. Iya ada hubungannya dengan itu (Atut Chosiyah),” kata Agus saat ditanya wartawan apakah masih ada kaitannya dengan kasus yang menimpa Atut Chosiyah.

Agus enggan menjelaskan lebih lanjut terkait apakah indikasi tersebut menyasar salah satu calon. Sebab dia enggan dianggap mengganggu berjalannya proses pilkada.

“Makanya, sementara biar aja dulu deh. Nanti dikira mengganggu jalannya pemilihan,” ujar Agus.

(rk)

Bagikan:
x

Check Also

Ketua KPK: Penanganan Kasus E-KTP Pertanggungjawaban KPK ke Rakyat

NONSTOPNEWS.ID, Jakarta – Ketua DPR RI, Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP ...

KPK Usut Perkara Lain Terkait Kasus E-KTP

NONSTOPNEWS.ID, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengungkapkan pihaknya saat ini juga ...

KPK Tetapkan Setya Novanto Tersangka Korupsi Pengadaan E-KTP

NONSTOPNEWS.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka ...

Pemprov Banten Siapkan Perizinan Sistem Online

NONSTOPNEWS.ID, Serang – Sistem perizinan secara online di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Banten ...

Nata Irawan Harap WH-Andika Merealisasikan Janji Politiknya

NONSTOPNEWS.ID, Serang – Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy ditetapkan DPRD Banten sebagai gubernur dan wakil gubernur ...