Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Ancam Mogok 3 Hari Mulai Senin Besok

Ilustrasi (ist)

NONSTOPNEWS.ID, Tangerang - Aksi mogok akan dilakukan pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang mulai 13 sampai 15 November 2017 atau mulai besok pagi. Aksi ini rencananya akan dilakukan oleh sekitar 1000 pedagang.

Protes para pedagang ini dipicu lantaran terbitnya penawaran kontrak baru yang dinilai terlalu dini. PT Selaras Griya Adigunatama, selaku pengelola pasar dinilai terburu-buru membuka pendaftaran lapak jauh sebelum jatuh tempo dan dianggap memberatkan pedagang. 

"Tahun 2021 sewa kontrak baru berakhir. Berarti masih lama kan, ada 4 tahun lagi. Tapi sudah dibicarakan (kontrak sewa-red) sekarang. Dipaksa atau dicoba untuk membuat perjanjian baru, kita di intimidasi agar para pedagang membuat kontrak baru," kata Ketua Paguyuban Pasar Tanah Tinggi, Luster Siregar, Minggu (11/11/2017) malam. 

Luster Siregar menambahkan, pihak pengelola pasar tidak sepatutnya membuka pendaftaran sewa sementara sisa kontrak sebelumnya masih panjang. 

"Sebagian besar pedagang menolak kebijakan pengembang pasar tersebut. Mereka khawatir terjadi penyelewengan dana pengembang oleh pedagang," ucapnya. 

Kekhawatiran para pedagang, lanjut Siregar, didasari ketidakjelasan status pasar tersebut. Sebab selama ini pengembang tidak pernah menunjukkan keabsahan status pasar yang ada di Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang. 

"Katakanlah Rp 100 juta perlapak, berarti kan Rp 100 miliar. Seandainya itu kita kasih, mereka kabur, siapa yang bertanggung jawab, itu kekhawatiran kita," ujarnya. 

Sekedar informasi, di Pasar Induk Tanah Tinggi ini terdapat 1.500 lapak, kios dan toko di pasar seluas 3 hektare tersebut. Mereka menempati tempat tersebut atas dasar hak guna sewa selama 20 tahun sejak tahun 2002 hingga 2021. (am)