Diduga Tak Bayar Pajak, Pabrik Cat Tak Bisa Ditutup Karena Ajukan Permohonan Penundaan ke Sekda Tangerang

(ak|nonstopnews.id)

TANGERANG - Pabrik cat yang beberapa waktu lalu dikeluhkan warga, hingga kini masih beroperasi. Bahkan, menurut informasi yang berkembang, pihak pabrik cat tersebut, mengirimkan surat permohonan penundaan eksekusi penutupan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang.

Dijelaskan Ketua Investigasi Giat Peduli Lingkungan (GPL), Mory Latupono, pihaknya terus mendorong instansi terkait, dalam hal ini Satpol PP, untuk segera menutup aktifitas pabrik cat tersebut. Namun, Satpol PP tidak dapat melakukan hal tersebut, karena adanya surat permohonan penundaan tersebut.

"Kita sudah desak instansi yg terkait (Satpol PP). Tapi mereka beralasan bahwa belum ditindaknya pabrik tersebut, dikarenakan ada surat permohonan pihak pabrik ke Sekda. Terkait permohonan penundaan penutupan perusahaaan tersebut, itu pernyataan dari Pak Nurhasan sebagai Kabid Satpol PP," kata Mory kepada Nonstopnews.id, Selasa (22/05/2018).

Mory menyayangkan, lemahnya penegakan Peraturan Daerah oleh Satpol PP. Tidak hanya merugikan warga, karena lokasinya yang sangat dekat dengan sekolah. Juga pabrik yang terletak di Desa Jeunjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang tersebut, diduga sudah tidak membayar pajak selama beberapa tahun ini, juga gedung atau bangunan yang digunakan, imbuhnya juga tidak jelas siapa pemiliknya.

"Yang dikeluhkan adalah pabrik tersebut harus segera ditutup. Karena sudah tidak membayar pajak selama beberapa tahun ini. Dan juga gedung atau bangunan yang digunakan juga tidak jelas siapa pemiliknya," jelas Mory.

Tambahnya, beberapa warga juga mengelukan soal keberadaan perusahaan tersebut. Karena menurut mereka keberadaan pabrik itu sangat dekat dengan sekolahan SDN, dan bahkan berjarak kurang lebih sekitar 30-40 meter saja. (ak)